3 Tips dari Bank untuk Generasi Milenial yang Ingin Punya Rumah

3 Tips dari Bank untuk Generasi Milenial yang Ingin Punya Rumah ilustrasi foto: Pixabay

Covesia.com - Di Indonesia ada 81 juta milenial yang belum memiliki rumah. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut hal ini karena harga rumah yang semakin naik tetapi tak diikuti dengan kemampuan penghasilan.

Bank memiliki produk yang menyasar generasi milenial. Hal ini untuk mendorong minat milenial dalam memiliki hunian untuk aset dan investasi di masa depan.

Berikut tips dari bank untuk generasi milenial:

1. Harus Dipaksa

Direktur BTN Budi Satria menjelaskan memiliki hunian untuk generasi apapun adalah hal yang wajib. Pasalnya, rumah akan menjadi aset ke depannya. Dia memberikan tips jika generasi milenial ingin memiliki hunian di usia muda.

Pertama, harus sedikit 'memaksakan diri' ketika ingin memiliki dan membeli rumah.

"Karena rumah nantinya sangat bermanfaat dalam jangka panjang, selain itu harga hunian akan naik terus, artinya nilai investasi terus meningkat," kata Budi di Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Dia menambahkan, generasi milenial juga harus mulai menghitung harga properti dan tanah dalam beberapa tahun ke depan. Dipastikan setiap tahunnya akan ada peningkatan.

"Kalau menunggu, nanti bisa-bisa tidak akan terjangkau. Kalau beli sekarang, seiring berjalannya waktu maka beban angsuran akan mengecil seiring dengan meningkatnya penghasilan," imbuh dia.

Budi menambahkan untuk memiliki hunian dengan metode kredit pemilikan rumah (KPR) generasi milenial menyiapkan kelengkapan dokumen pribadi seperti fotokopi KTP sendiri atau dengan pasangan, fotokopi kartu keluarga, fotokopi surat nikah dan fotokopi NPWP.

Selain itu, juga harus melampirkan slip gaji 3 bulan terakhir dan surat keterangan kerja. Sedangkan untuk wiraswasta wajib melampirkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan laporan keuangan tiga bulan terakhir.

Kemudian masa kerja minimal 2 tahun akan diterapkan oleh bank. Bank juga akan melihat rekam jejak pengalaman kerja yang profesional.

"Cicilan nantinya diharapkan tidak melebihi 30% dari total gaji," ujar dia.

Generasi milenial juga harus memiliki rekam jejak keuangan yang baik di bank. Riwayat kredit harus lancar dan tidak ada black list dari pihak bank.

Untuk milenial yang ingin mengajukan KPR khusus di BTN bisa membuka aplikasi online melalui website www.btnproperti.co.id. Nantinya calon nasabah KPR akan mendapatkan konfirmasi dari BTN setelah mengajukan online.

Kemudian mengenai mengenai informasi proses pengajuan KPR secara umum sampai dengan pencairan dana membutuhkan waktu +/- 7 hari kerja. Beberapa proses yang harus dilewati yaitu mengisi dan menandatangani formulir permohonan, melengkapi dokumen, wawancara, penilaian agunan (appraisal), analisa, persetujuan/SP3K, akad dan realisasi kredit.

Selanjutnya pihak bank akan menginformasikan mengenai biaya-biaya pengajuan KPR non subsidi di mana nantinya akan ada biaya down payment atau uang muka dan biaya pra realisasi.

2. Perhatikan Biaya Tambahan

Harus diperhatikan, bahwa ada pajak penjualan dan pembelian yang biasanya 5% dari total transaksi yang harus dibayar.

Pajak pembelian ini biasa disebut dengan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) dari harga transaksi dikurangi nilai jual objek pajak tidak kena pajak.

Jadi jika calon nasabah membeli rumah dengan NJOPTKP sebesar Rp 200 juta maka yang harus dibayar adalah 5% atau sekitar Rp 10 juta.

Biaya provisi juga menjadi salah satu komponen yang masuk dalam pengajuan KPR. Besaran provisi setiap bank berbeda-beda tapi di kisaran 0,5% - 1%. Jadi jika calon nasabah mendapatkan jumlah KPR sebesar Rp 200 juta maka biaya provisi yang dibayarkan adalah Rp 1 juta - Rp 2 juta dan hanya dibayarkan satu kali di awal.

Selain itu juga ada asuransi jiwa dan asuransi kebakaran yang besarannya juga berbeda tergantung dari harga rumah dan bank yang digunakan.

Adapun untuk memiliki hunian dengan metode KPR, generasi milenial bisa menyiapkan kelengkapan dokumen pribadi seperti fotokopi KTP sendiri atau dengan pasangan, fotokopi kartu keluarga, fotokopi surat nikah dan fotokopi NPWP.

Selain itu, juga harus melampirkan slip gaji 3 bulan terakhir dan surat keterangan kerja. Sedangkan untuk wiraswasta wajib melampirkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan laporan keuangan tiga bulan terakhir.

Kemudian masa kerja minimal 2 tahun akan diterapkan oleh bank. Bank juga akan melihat rekam jejak pengalaman kerja yang profesional.

"Cicilan nantinya diharapkan tidak melebihi 30% dari total gaji," kata Direktur BTN Budi Satria, Rabu (19/6/2019).

Generasi milenial juga harus memiliki rekam jejak keuangan yang baik di bank. Riwayat kredit harus lancar dan tidak ada black list dari pihak bank.

Untuk milenial yang ingin mengajukan KPR khusus di BTN bisa membuka aplikasi online melalui website www.btnproperti.co.id. Nantinya calon nasabah KPR akan mendapatkan konfirmasi dari BTN setelah mengajukan online.

Kemudian mengenai mengenai informasi proses pengajuan KPR secara umum sampai dengan pencairan dana membutuhkan waktu +/- 7 hari kerja. Beberapa proses yang harus dilewati yaitu mengisi dan menandatangani formulir permohonan, melengkapi dokumen, wawancara, penilaian agunan (appraisal), analisa, persetujuan/SP3K, akad dan realisasi kredit.

Selanjutnya pihak bank akan menginformasikan mengenai biaya-biaya pengajuan KPR non subsidi di mana nantinya akan ada biaya down payment atau uang muka dan biaya pra realisasi.

Biaya pra realisasi ini secara total adalah kurang lebih 7% dari maksimal anggaran dan ini termasuk maksimal pembiayaan.

3. Milenial Ingin Rumah Tapak Murah

Berdasarkan survei yang digelar Housing finance center (HFC) terhadap 270 responden berusia 21-35 tahun yang dipilih dari wilayah padat penduduk seperti Jabodetabek, Jawa Timur (Surabaya-Sidoarjo) dan Batam, generasi milenial ingin memiliki rumah tapak dengan harga terjangkau. Selain itu, mereka ingin tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) selama 10-15 tahun serta cicilan yang sesuai dengan kemampuan.

Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Maryono menjelaskan hal ini harus bisa ditangkap oleh para stakeholder bidang properti. Stakeholder diharapkan bisa menyelaraskan strategi serta kebijakan dengan kebutuhan dan karakter generasi milenial.

"Produk KPR yang diinginkan milenial harus mudah dipahami, sesuai dengan kemampuan keuangan mereka serta harus sudah disiapkan atau dimulai sejak mereka duduk dibangku SMA atau perguruan tinggi lewat produk tabungan untuk KPR," kata Maryono dalam acara Indonesia Housing Forum, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Maryono berharap kerja keras dari stakeholder bidang properti dapat mengurangi backlog properti yang masih bertengger sebesar 11,4 juta rumah dengan fokus mendukung pemerintah dalam program sejuta rumah.

"Apalagi rasio KPR terhadap PDB hanya 2,9%, lebih rendah dibandingkan Malaysia dengan rasio 38,4% dan Filipina dengan rasio 22,3%," kata Maryono.

"Dengan rasio yang masih rendah artinya masih banyak ruang bisnis perumahan yang bisa dikembangkan, dan memajukan sector properti itu berarti memberikan multiplier effect atau efek bergulir bagi 136 sub sektor properti lain," tambahnya.

Bank BTN sendiri telah memberikan dukungan pembiayaan perumahan untuk MBR dan Non MBR 386.137 unit rumah, baik pembiayaan KPR maupun konstruksi. Khusus untuk pembiayaan perumahan MBR, baik KPR subsidi maupun kredit konstruksi, Bank BTN telah menyalurkan sebanyak 272.600 unit rumah dengan jumlah kredit Rp 17,24 triliun, yg terdiri dari KPR subsidi 93.221 unit jumlah kredit Rp 11,89 triliun dan kredit konstruksi rumah MBR 179.379 unit jumlah kredit Rp 4,35 triliun.

Salah satu hal yang dilakukan saat ini guna menjembatani keinginan milenial punya rumah, Bank BTN menyediakan produk tabungan untuk KPR yaitu Si Muda Rumahku Tabungan untuk pemilikan rumah bagi mahasiswa dan pemuda, dan produk KPR Gaesss, yaitu produk KPR yang dikemas dengan KPR Zero.

"Sejak diluncurkan pada bulan Oktober tahun lalu hingga Mei tahun ini kredit yang disalurkan lewat KPR Gaesss mencapai Rp 6,9 triliun," kata Maryono.

Selain menyediakan produk yang pas dengan permintaan konsumen dari generasi milenial, Bank BTN juga mengupayakan pasokan properti aman, dengan menjaring sebanyak-banyaknya generasi milenial untuk ambil bagian dalam sepak terjang dunia properti sebagai developer atau pengembang perumahan, atau berkiprah di dunia properti sebagai investor.

Sumber: DetikFinance

Berita Terkait

Baca Juga