Soal Rencana Penertiban Kafe 'Neraka', Sosilog: Pemko Padang Tak Usah Lebay

Soal Rencana Penertiban Kafe Neraka Sosilog Pemko Padang Tak Usah Lebay Muhammad Taufik

Covesia.com - Pemerintah Kota Padang akan menertibkan nama tempat makanan atau kafe yang memiliki nama aneh, seperti yang memakai nama 'setan, 'iblis' dan sebagainya. 

Menanggapi hal itu, Sosiolog Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang Muhammad Taufik menyatakan Pemko Padang tidak perlu menertibkan tempat makan atau kafe tersebut, karena nama hanya bersifat musiman. 

“Untuk saat ini memang viral dan beberapa waktu yang akan datang akan hilang dengan sendirinya,' jelas Taufik keada covesia.com, Senin (22/7/2019).

Menurutnya, nama kafe tersebut bagi pedagang bukan juga dalam artian seusungguhnya, akan tetapi memiliki filosofi dan subtansi tertentu agar jualannya bisa laris.

“Nama yang terdengar aneh dan antimainstream itu memiliki suatu substansi tentunya, Pemko Padang tak usah lebay lah,” ungkap Taufik.

Lebih lanjut disampaikannya, bagi pedagang, memakai nama antimaisntream itu sebagai salah satu trik marketing untuk menarik pembeli. 

“Memang nama seperti Mie Narako, Mie Setan terdengar tidak wajar untuk makanan, namun di sisi lain, nama itu mudah diingat dan berbeda dari nama makanan lain. Otomatis pengunjung akan penasaran dan akhirnya tempat itu ramai dikunjungi,” paparnya.

Taufik pun mengatakan bahwa penamaan itu adalah duplikasi yang membudaya. Penamaan seperti itu tak hanya di Sumatra Barat, akan tetapi juga terdapat di daerah lain.

"Jadi tidak perlu terlalu berlebihan. Tinggal bagaimana kita menyikapinya saja," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Padang Al Amin mengatakan, nama-nama tempat makanan yang agak janggal tersebut tidak sesuai dengan adat istiadat di Ranah Minang yang berlandaskan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

"Kita tidak melarang mereka berkreasi, tapi buatlah kreasi yang sifatnya mendidik,  kita sudah data rumah makan tersebut,  setelah kita surati dengan melampirkan himbauan wali kota akan kita tertibkan,” ujar Al Amin, dalam siaran persnya, Kamis (18/7/2019).

Mantan Kadis DLH ini menambahkan, pemakaian nama tak lazim dan tidak pantas itu dapat berdampak kepada keimanan generasi muda.

"Kita khawatir kalau mereka sudah biasa dengan kata-kata "neraka" dan sebagainya itu, nantinya mereka menganggap neraka itu biasa saja, atau mereka hanya bandingkan neraka dengan tingkat pedas suatu makanan, padahal seperti kita tahu, neraka adalah tempat yang paling ditakuti oleh umat Islam,” jelas Al Amin.

Kontributor: Aila

Berita Terkait

Baca Juga