Anak Purnawirawan Polisi Ditangkap Terkait Peredaran Ganja

Anak Purnawirawan Polisi Ditangkap Terkait Peredaran Ganja Kepala BNNP Sumbar saar melakukan interogasi terhadap tiga orang pelaku pengedar narkoba jenis Ganja di Padang, Senin (22/7/2019). ( Foto: Covesia/ Iqbal)

Covesia.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumatera Barat (Sumbar) menangkap tiga pengedar narkotika jenis ganja di Karang Ganting, Padang. Satu dari tiga pelaku tersebut merupakan anak purnawirawan polisi. 

Kepala BNN Provinsi Sumbar Brigjen Pol Khasril Arifin menyebutkan, pelaku dari anak purnawirawan polisi itu berinisial MS (26) ditangkap pada Jumat (19/7/2019) . Ia ditangkap berdasarkan laporan masyarakat terkait indikasi pengedaran narkotika jenis ganja.  

"Iya betul (anak Purnawirawan). Biasalah, namanya pelaku kejahatan itu bermacam-macam. Mau anak anggota atau anak siapa. Kalau melakukan tindak kejahatan, tetap kita lakukan penyidikan,” kata Khasril dalam konferensi pers di Kantor BNNP Sumbar, Padang, Senin (22/7/2019).

MS (26) ditangkap bersama dua rekannya,  AK (22) dan BS (34) yang berasal dari kota Padang. Penangkapan berawal dari AK yang berada di tempat jasa pengiriman paket.

"Dari penangkapan itu, kami berhasil mengamankan dua paket ganja yang siap kirim," lanjut Khasril. 

Berdasarkan laporan warga, kata Khasril, pihaknya langsung melakukan pengintaian di tempat tersangka, sehingga didapatkan pola dan jadwal pengiriman ke jasa pengiriman paket.

"Pengintaian kami lakukan di sekitar tempat tinggal tersangka," katanya. 

Khasril mengatakan, transaksi bisnis anak pensiunan polisi bersama dua rekannya terbilang rapi. Modus operasinya adalah dengan memanfaatkan jasa ekspedisi pengiriman barang. 

"Mereka melakukan dengan memanfaatkan jasa ekspedisi, mereka berdalih dengan isi paket adalah aksesoris," paparnya.

Khasril menambahkan, tujuan dari tersangka memanfaatkan jasa ekspedisi pengiriman barang yaitu agar pengiriman berjalan dengan aman, karena barang kiriman tidak bisa dicek oleh pihak ekpedisi.

“Lewat ekspedisi, kita tahu pihak ekspedisi enggak bisa apa-apa, gak bisa mencek isi paket," ucapnya. 

Tersangka MS (26) mengakui pengedaran ganja melalui ekspedisi agar lebih mudah.

"Ini kami lakukan, agar lebih mudah," sebutnya.

Tersangka menyebutkan transaksi jual-beli ganja dilakukan via telepon.

"Jika ada orang yang minta, kami langsung kirim," katanya.

Kontributor: Muhammad Iqbal

Berita Terkait

Baca Juga