(Video) Klarifikasi UAS Tentang Salib yang Dilaporkan ke Polisi: Saya Tidak Merasa Salah

Video Klarifikasi UAS Tentang Salib yang Dilaporkan ke Polisi Saya Tidak Merasa Salah UAS saat memberi pengajian di Masjdi At-Taqwa desa Simpang Kelayang. Sumber: youtube

Covesia.com - Ustaz Abdul Somad atau UAS dilaporkan ke Markas Kepolisian Resor Sikka di Nusa Tenggara Timur atau NTT. Pihak yang melaporkan adalah Forum Komunikasi Alumni (Forkoma) PMKRI dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere, Sabtu (17/8/2019).

Mereka menilai Ustaz Somad menistakan salib dan patung Yesus. Keduanya simbol Katolik dan Kristen Protestan. Ustaz Somad disebut telah menyinggung salib yang terekam dalam video ceramahnya di media sosial.

Dalam video itu UAS mengatakan, salib didiami oleh jin kafir karena patung yang tergantung di situ. Begitu juga simbol palang merah di ambulans, ia menyebutnya sebagai 'lambang kafir'. 

Menanggapi pelaporan itu, UAS dalam pengajiannya di desa Simpang Kelayang, Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Sabtu (17/8/2019) mengutarakan tiga poin penjelesan.

"Saya sedang dilaporkan ke Polda Nusa Tenggara Timur karena dianggap penistaan agama," sebut UAS dalam video yang dirilis chanel youtube FSRMM TV

UAS menjelaskan, "pertama, itu saya menjawab pertanyaan, bukan saya membuat-buat untuk merusak hubungan, ini perlu dipahami dengan baik."

Dia melanjutkan, "yang kedua itu pengajian di dalam masjid tertutup, bukan di stadion, bukan di lapangan sepak bola, bukan di tivi, tapi untuk intern umat Islam menjelas pertanyaan tentang patung dan tentang kedudukan Nabi Isa AS, untuk orang Islam dalam Quran dan Sunnah Nabi SAW."

"Yang Ketiga," UAS menyebutkan, pengajian itu lebih tiga tahun yang lalu sudah lama, di kajian subuh Sabtu di Masjid An Nur Pekanbaru karena saya rutin pengajian di sana, satu jam pengajian, diteruskan dengan tanya-jawab, tanya-jawab, tanya-jawab. Kenapa diviralkan sekarang? Kenapa dituntut sekarang? Saya serahkan kepada Allah SWT."

UAS menegaskan, bahwa ia tidak akan menghindar dari proses hukum jika memang itu ditindaklanjuti oleh kepolisian NTT.

"Sebagai warga negara yang baik, saya tidak akan lari, saya tidak akan mengadu, saya tidak akan takut, karena saya tidak merasa salah dan saya tidak pula ingin merusak persatuan dan kesatuan bangsa," sebutnya.

Setelah klarifikasi itu, UAS melanjutkan pengajian di Masjid At-Taqwa desa Simpang Kelayang, dalam rangka memperingati HUT ke-74 RI di daerah tersebut. 

Berikut videonya: 

   

Berita Terkait

Baca Juga