Keistimewaan Ubur-ubur, Punya Kemampuan Super hingga Anugerah bagi Umat Manusia

Keistimewaan Uburubur Punya Kemampuan Super hingga Anugerah bagi Umat Manusia Sumber: pixabay

Covesia.com - Ubur-ubur merupakan binatang laut tak bertulang belakang. Pemilik nama ilmiah "Scyphozoa" umumnya berukuran 2 sampai 40 cm. Tapi ubur-ubur yang lebih besar bisa mencapai 1-2 meter, misalnya spesies terbesarnya Cyanea capillata atau lebih dikenal dengan Surai singa.

Saat berenang, ubur-ubur terlihat begitu memikat. Namun, jangan coba-coba mendekat, karena dia bisa saja menyengat bahkan bisa menyebabkan kematian. 

Baca: Ubur-ubur Bluebottle juga Landa Pantai Pasir Jambak, Tiga Pengunjung Tersengat

Peneliti Biologi Kelautan Universitas East Anglia, Norwich, Inggris, Philip Lamb mengemukakan ternyata ubur-ubur punya kemampuan super dan tidak seburuk yang kita kira.

Dikutip dari theconversation.com, ubur-ubur memiliki kemampuan untuk bertahan hidup hingga memiliki manfaat bagi kesehatan umat manusia.

Ahli bertahan hidup

Ubur-ubur termasuk makhluk hidup dengan jumlah paling banyak di laut. Penelitian terbaru menunjukkan, ada sekitar 38 juta ton ubur-ubur di kawasan epipelagik saja (kedalaman 0-200 meter). Selain itu, mereka terdapat di semua lautan dan menempati sebagian besar habitat laut termasuk laut dalam.

Baca: Hidup Hingga Saat ini, Ubur-ubur Hewan Purba Berusia 520 Juta Tahun

Rahasia mengapa ubur-ubur terdapat di mana-mana adalah tubuhnya. Tubuh yang terbuat dari agar-agar adalah strategi yang berhasil. Tubuh bergelatin itu telah mengalami evolusi tiga kali secara independen, dan telah ada selama paling tidak 500 tahun (hampir tidak berubah).

Ubur-ubur bertahan hidup melewati lima peristiwa kepunahan massal di Bumi, yang memusnahkan 99% kehidupan.


Memiliki kekuatan super

Ubur-ubur telah mengembangkan kemampuan unik, yang beberapa tampak seperti supernatural. Ubur-ubur sisir memiliki bio-luminesensi yang membuat badannya bercahaya. Satu spesies tropis telah membentuk simbiosis dengan ganggang fotosintetik, yang bekerja seperti panel surya mereka sendiri, sehingga mereka bisa memperoleh energi langsung dari matahari.

Ada pula spesies lain yang bisa beranak-pinak dalam jumlah tak terhingga: ubur-ubur bulan betina pernah terlihat melepaskan lebih dari 400.000 bayi sekaligus.

Baca: Jangan Panik, ini Langkah yang Tepat Dilakukan Bila Tersengat Ubur-ubur

Yang paling menakjubkan tentu saja adalah kemampuan mereka memiliki kesempatan kedua mereka saat muda. Ketika kondisi lingkungan tidak menguntungkan, spesies tertentu seperti ubur-ubur kompas, barel, dan bulan bisa membalikkan perkembangan mereka sehingga mereka kembali menjadi anakan ubur-ubur dalam rangka menunggu masa-masa sulit berlalu.


Masa kanak-kanak yang menakjubkan

Banyak ubur-ubur yang tergolong dalam kelas scyphozoa memiliki siklus hidup yang rumit dan luar biasa. Tahap kehidupan mereka amat jauh berbeda sehingga mereka pernah dianggap spesies yang sama sekali berbeda.

Ubur-ubur dewasa bereproduksi secara seksual, dengan melepaskan ribuan bayi yang dikenal sebagai planula ke plankton. Planula menghabiskan beberapa hari terapung-apung sebelum menetap pada permukaan yang keras seperti batu, atau permukaan buatan seperti beton atau plastik.

Tiap planula kemudian berkembang menjadi polip, bentuk kehidupan stasioner kecil (2-3 mm) yang memakan potongan terapung plankton. Polip-polip ini bereproduksi secara aseksual, membentuk sebuah koloni klon.

Bila saatnya tepat, klon menjalani proses yang disebut strobilasi, yang mengubah tiap klon menjadi sesuatu yang tampak seperti tumpukan kue dadar. Satu demi satu, mereka kemudian dilepaskan ke plankton di sekitarnya.

Meski hanya berukuran beberapa millimeter dan kurang memiliki ciri khas spesies dewasa, “kue dadar” ini sesungguhnya adalah ubur-ubur kecil. Akhirnya mereka akan matang menjadi dewasa yang bereproduksi secara seksual, dan memulai siklusnya lagi (asumsikan mereka tidak membalikkan perkembangan bila kondisi jelek).

Tergantung dari spesiesnya, satu polip bisa menghasilkan satu, segenggam, ratusan atau bahkan ribuan ubur-ubur dalam sekali waktu, kadang dalam periode bertahun-tahun. Kombinasi kemampuan reproduksi dewasa yang ditambah dengan reproduksi aseksual polip, dianggap sebagai salah satu alasan mengapa kawanan besar yang dikenal sebagai formasi kumpulan (bloom) ubur-ubur tampaknya bisa muncul entah dari mana.


Anugerah bagi umat manusia

Ubur-ubur tanpa diragukan lagi bisa menyebabkan masalah ekologi dan ekonomi bagi manusia. Ledakan massal ubur-ubur bisa membanjiri peternakan ikan, menghambat pipa pendingin pembangkit listrik, merusak jaring ikan dan menghancurkan bisnis wisata.

Sengatan mereka juga menyebabkan reaksi alergi berat yang dikenal sebagai anafilaksis dan bahkan membunuh manusia. Namun ubur-ubur juga merupakan sumber kolagen medis, yang bisa digunakan dalam pembalut luka atau bedah rekonstruksi, dan mereka dianggap makanan lezat di Jepang dan Cina.

Namun kontribusi terbesar ubur-ubur untuk umat manusia pastilah protein fluoresen hijau (PFH), “biomarker” umum yang disintesis dari ubur-ubur kristal. PFH memungkinkan ilmuwan memantau bagaimana gen-gen tertentu bekerja secara langsung, dan telah membuktikan riset medis yang tak ternilai.

Baca: Menyantap Ubur-ubur Ternyata Punya Manfaat Tak Diduga Bagi Kesehatan, Apa itu?

PFH telah digunakan pada lebih dari 30 ribu studi, termasuk studi tentang HIV dan penyakit Alzheimer. Tak heran, para ilmuwan di balik sintesis PFH diganjar Nobel Kimia pada 2008.

Ubur-ubur mungkin awalnya dianggap penjahat, tapi bagi banyak ilmuwan di seluruh dunia, mereka telah menjadi pahlawan yang tidak disengaja.


(Ilustrasi satwa laut purba Daihua sanqiong. Sumber : Xiaodong Wang/livescience.com)

Misteri yang menarik

Masih sangat banyak yang bisa kita temukan mengenai organisme mengagumkan ini. Ada banya bukti yang menunjukkan jumlah ubur-ubur meningkat di wilayah tertentu akibat perubahan iklim dan penangkapan berlebih spesies lain.

Ada yang menganggap jumlah ubur-ubur mungkin bertambah di seluruh dunia. Akan tetapi, saat ini kita kekurangan data pasti untuk mengetahui apa yang tengah terjadi pada mayoritas populasi ubur-ubur.

Misteri lainnya adalah peran sejati ubur-ubur dalam ekosistem. Hingga saat ini ditengarai bahwa ubur-ubur mungkin tidak dimakan oleh apapun selain penyu atau ikan mola-mola yang sesekali muncul, dan mereka tidak menyumbang kontribusi berarti pada rantai makanan. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa ketika populasi ubur-ubur membengkak, tidak akan ada kontrol alami, dan ekosistem jadi didominasi mereka.

Baca juga: Benarkah Air Kencing Bisa Sembuhkan Sengatan Ubur-ubur?

Kekhawatiran ini tidak sepenuhnya sepele, dan ekosistem yang didominasi ubur-ubur tampaknya telah terbentuk di lepas pantai Namibia. Namun teknik analitis baru yang melibatkan akustik, kamera laut, analisis kimia, dan analisis DNA telah menunjukkan berbagai spesies sesungguhnya memakan ubur-ubur.

Ini berarti, mungkin ubur-ubur memiliki peranan yang lebih penting dalam ekosistem laut daripada yang diduga sebelumnya. Mendokumentasikan dan memahami hal ini adalah prioritas utama bagi peneliti ubur-ubur.

*Artikel ini dikutip dan terbit pertama kali dari versi inggris "Jellyfish have superpowers – and other reasons they don’t deserve their bad reputation" 

Berita Terkait

Baca Juga