Ikatan Keluarga Minang akan Damaikan Seteru Arteria dengan Prof Emil Salim

Ikatan Keluarga Minang akan Damaikan Seteru Arteria dengan Prof Emil Salim Sumber: youtube/ Najwa Sihab

Covesia.com - Anggota DPR Fraksi Gerindra Andre Rosiade mengatakan bakal mengajak Arteria Dahlan bersilaturahmi kepada Prof. Emil Salim menyusul seteru keduanya di program Mata Najwa, Rabu (9/10/2019) malam.

Andre mengatakan baik Arteria maupun Emil merupakan orang Minang. Untuk itu, Andre selalu Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang akan berusaha menjaga keduanya tetap berhubungan baik sebagai sesama anak Minang.

“Insyaallah saya sebagai ketua harian DPP IKM Ikatan Keluarga Minang akan mencoba mengajak Arteria bersilaturahim dengan Prof Emil Salim. Intinya orang Minang ini artinya dunsanak atau bersaudara. Jadi boleh kita berbeda pandangan, berbeda pilihan tapi tentu kebersamaan kita dalam ranah dunsanak atau persaudaraan harus tetap kita jaga,” kata Andre seperti dilansir Suara, Kamis (10/10/2019).

Andre sendiri tak memungkiri sikap Arteria terhadap Emil saat berdebat di program Mata Najwa ikut mendapat sorotan, khususnya di sekitar keluarga dan orang-orang Minang. Banyak dari mereka yang menyatakan kecewa atas sikap Arteria kepada Emil.

Emil sendiri, kata Andre merupakan tokoh Minang yang dikagumi dan dihormati sebagai senior atau ninik mamak. Kendati begitu ia juga memahami karakter Arteria yang kadang kala bersemangat hingga meledak-ledak dalam menyatakan pendapatnya.

“Memang di berbagai perdebatan grup WhatsApp Minang dan cuitan-cuitan orang Minang banyak yang kecewa sama Arteria yang mungkin sikapnya dianggap kurang sopan kepada Prof Emil Salim. Saya memahami karakter Arteria yang selama ini memang kita tahu suka meledak-ledak tapi sebenarnya orangnya baik, gitu kan,” kata Andre.

Sebelumnya, Arteria Dahlan mendapat sorotan usai sikapnya di acara Mata Najwa yang dinilai tak sopan.

Arteria yang terlibat perdebatan dengan Emil Salim, sampai harus menunjuk-nunjuk hingga mengutarakan kata sesat yang ditujukan kepada ekonom tersebut. Terkait sikapnya itu, Arteria memberi penjelasan.

Ia berujar bahwa apa yang menjadi sikapnya dalam acara yang membahas Perppu KKP tersebut, dirinya masih dalam keadaan sadar dan tidak emosi. Adapun, lanjut Arteria, ia menilai pernyataan Emil sudah di luar kapasitasnya.

“Tidak emosi. Saya hanya sayangkan seorang tokoh senior yang saya hormati dimanfaatkan untuk mengutarakan hal-hal yang sebenarnya di luar kapasitas beliau,” kata Arteria kepada wartawan, Kamis (10/10/2019).

“Awalnya kan saya sangat sopan tapi ini kan sudah di design, Prof Emil yang notabene tidak berlatar belakang hukum dan beliau tidak memahami dengan benar materi muatan yang ada di Revisi UU KPK tiba-tiba berpendapat banyak kelirunya,” katanya.

(Suara.com)

Berita Terkait

Baca Juga