Seskoal Dukung ITB Siapkan Sistem Informasi Canggih Atasi Ancaman

Seskoal Dukung ITB Siapkan Sistem Informasi Canggih Atasi Ancaman Foto: Istimewa

Covesia.com - ITB kembali menunjukkan kepeduliannya pada persoalan bangsa dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi yang terjadi di wilayah Nusantara ini. 

Melalui Pelatihan Sistem Informasi Cuaca dan Maritim, Smart Team ITB melaksanakan pelatihan pemanfaatan sistem informasi canggih untuk mengatasi ancaman kebakaran hutan dan lahan, banjir, dan potensi ancaman di laut.  

Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut, Laksamana Muda TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc.,DESD menunjukkan dukungan langsung upaya tersebut dengan meluangkan waktu khusus dengan ikut memberikan materi pada pelatihan tersebut yang berlangsung 16-18 Oktober Oktober 2019 di Bandung.

Pelatihan tersebut dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan serta kemampuan kepada pemangku kepentingan dalam mengatasi berbagai ancaman bencana alam maupun potensi ancaman dari manusia yang dapat mengganggu kegiatan pembangunan, industri maupun aktifitas di luat dan sekaligus mendukung penerapan Revolusi 4.0 dibidang perencanaan pembangunan, industri, dan ekonomi maritim. 

Kegiatan ini dihadiri oleh peserta yang berasal dari pemerintahan dan swasta yang bergerak dalam bidang teknologi informasi, penelitian, sumber daya air, perencanaan pembangunan, industri, kelautan, geospasial serta pertambangan. 

Dalam kegiatan pelatihan ini, Smart Team ITB yang diketuai oleh. Dr. Armi Susandi, mengenalkan beberapa produk sistem informasi yang telah mendapatkan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI), diantaranya adalah Forest Fire Management System (FORMS) yang merupakan sistem informasi prediksi kebakaran hutan dan lahan, Sistem Informasi Cerdas Agribisnis (SICA) yang merupakan sistem informasi untuk memprediksi cuaca serta dapat membantu para petani, Decision for Mining and Oil Extraction Information System (DEMOXIS) yang merupakan sistem informasi prediksi cuaca dan kondisi laut guna mendukung operasional dan perencanaan industri pertambangan dan migas, serta pada saat pelatihan tersebut ITB juga mengenalkan sistem informasi yang telah di pakai oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yaitu Multi-Hazard Early Warning System (MHEWS), sistem informasi prediksi potensi bencana hidrometeorologi.

Pelatihan tersebut juga di isi oleh pembicara dari beberapa pemangku kepentingan lainnya yang berkompeten diantaranya dari BNPB, Institut Teknologi Bandung (ITB), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Komandan SeskoAL, Laksamana Muda TNI Dr. Amarulla Octavian memberikan materi mengenai pola kejahatan di laut serta penegakan hukum dan penjagaan keamanan laut. 

Dalam pemaparannya, Komandan Sesko Angkatan Laut tersebut menyatakan bahwa setiap kejahatan memiliki pola yang didasari oleh motif pelaku yang dipengaruhi diri ataupun lingkungan sekitar serta kebutuhan mempertahankan hidup. 

Oleh karena itu, perlu pengelolaan penjagaan keamanan melalui kejasama, koordinasi, integrasi, dan interoperabilitas serta meningkatkan informasi dan komunikasi dengan membangun pusat informasi potensi dan ancaman maritim nasional. 

Secara khusus Octavian dalam penjelasannya, menyatakan dukungan penuh pengembangan sistem informasi potensi ancaman maritim Ocean Crime Prevention System (OCTOPUS) yang sedang dikembangkan oleh ITB bersama SeskoAL.

Armi sebagai Ketua Tim pengembangan Octopus menyatakan bahwa, pelatihan ini diharapkan mampu memberikan solusi nyata dalam pengembangan sumber daya manusia serta mendukung pembangunan berkelanjutan dan mengurangi kerugian akibat berbagai bencana, sebagaimana yang di canangkan oleh Presiden Joko Widodo.

(jon/adi)

Berita Terkait

Baca Juga