Sesama Warga Koto Gadang, Ini Tanggapan Leonardy Soal Gelar Pahlawan Ruhana Kuddus

Sesama Warga Koto Gadang Ini Tanggapan Leonardy Soal Gelar Pahlawan Ruhana Kuddus Leonardy Harmany (kanan) dalam suatu kesempatan.

Covesia.com - Penantian panjang dan perjuangan yang tidak kenal lelah untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional bagi Ruhana Kudus mencapai klimaksnya, dimana pemerintah telah menyetujui untuk menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada tokoh perempuan pejuang dari Ranah Minang tersebut.

“Seluruh elemen masyarakat di Sumbar membuahkan hasil yang manis. Almarhumah Rangkayo Rohana Kudus, perempuan luar biasa, pemilik sekaligus pendiri surat kabar perempuan pertama, perempuan yang sudah mampu melakukan ekspor impor ke Eropa itu akhirnya mendapatkan haknya,” ujar Anggota DPD RI Leonardy Harmainy dalam pers rilis, Jumat (8/11/2019).

Dikatakan Leonardy, gelar Pahlawan Nasional bagi Rangkayo Rohana Kudus sudah lama diusulkan dan baru pada tahun 2019 ini membuahkan hasil menggembirakan. Dalam pertemuan Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan dengan Presiden RI pada Rabu 6 November 2019, telah didapatkan persetujuan untuk menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional bagi Rohana Kudus.

Bahkan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) secara kelembagaan juga telah mengajukan usul dan rekomendasi terkait penganugerahan gelar Pahlawan Nasional untuk Rohana Kudus itu, dimana Ketua DPD RI periode 2014-2019 Osman Sapta Odang (OSO) pernah menulis surat kepada Menteri Sosial RI.

Terakhir, melalui Surat Menteri Sosial RI No. 23/MS/A/09/2019 tertanggal 9 September 2019 perihal usulan calon Pahlawan Nasional tahun 2019 disetujui dalam pertemuan Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan dengan Presiden RI. 

Rencana penganugerahan ini tentu saja menggembirakan, sebut Leonardy. Sebab berlarutnya proses usulan penganugerahan gelar itu sempat membuat khawatir. Makanya setelah dilantik sebagai Anggota DPD RI pada 23 Mei 2017, Leonardy intens mendorong setiap upaya yang dilakukan agar segera terealisasi. 

Betapa tidak, Leonardy adalah orang Koto Gadang dan kini dipercaya sebagai Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Koto Gadang tentu akan merasa berupaya sekuat tenaga agar Rangkayo Rohana yang lahir di Koto Gadang, Kabupaten Agam, Sumbar pada 20 Desember 1884 dan meninggal di Jakarta pada 17 Agustus 1972 (87 tahun). 

“Sebagai putra daerah Koto Gadang, Ketua KAN Koto Gadang, saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Republik Indonesia atas anugerah ini. Terima kasih juga kepada Menteri Sosial dan jajarannya, Gubernur dan jajarannya, Bupati Agam dan jajarannya, ahli waris dan seluruh pihak yang tak jemu membuat usulan, memberikan dukungan baik moril dan materil,” ujarnya. 

(lif)

Berita Terkait

Baca Juga