BPJS Menunggak, Empat Rumah Sakit di Sumbar Terancam Tak Maksimal Layani Pasien

BPJS Menunggak Empat Rumah Sakit di Sumbar Terancam Tak Maksimal Layani Pasien Nasrul Abit, Wagub Sumbar (Foto: Laila Marni/ Covesia)

Covesia.com- Empat Direktur Rumah sakit dan dinas kesehatan temui Wakil Gubernur Sumbar guna membahas biaya operasinal rumah sakit. Empat rumah sakit tersebut terancam tidak bisa maksimal layani pasien karena dana belum dibayarkan BPJS.

"Kita tidak mau rumah sakit ini tidak maksimal dalam layanan karena ini rumah sakit pemerintah," ungkap Nasrul Abit, Wagub Sumbar saat dikonfirmasi oleh wartawan, Selasa (19/11/2019).

Lebih lanjut Nasrul mengatakan ada  empatrumah sakit yang tetkendala karena belum dibayarkan oleh BPJS tersebut. "Rumah Sakit Ahmad Mukhtar Bukittinggi, Rumah Sakit Umum Pariaman, Rumah Sakit Umum Solok dan Rumah Sakit Jiwa Prof HB Saanin Padang," jelasnya.

Ia menerangkan ada BPJS mereka dari Mei belum dibayar ada juga dari Juni hingga sekarang. "Hal ini berperngaruh pada pelayanan pada pasien," ujarnya.

Wagub Sumbar itu mengatakan di sini kita mengupayakan bagaimana cara pemecahan masalah ini. "Jika sampai November ini tidak ada jalan keluar bulan Desember bisa jadi 4 rumah sakit ini tidak bisa memberikan pelayanan," terangnya.

Ia menegaskan untuk saat sekarang pelayanan tetap dilakukan secara maksimal. "Kita cari solusi terbaik, sebab biaya yang belum dibayarkan oleh BPJS ke rumah sakit ada yang 26 milyar, 20 milyar. Selama ini rumah sakit bisa diringankan oleh distributor, namun hanya 3 bulan lebih dari itu tidak bisa lagi," ungkapnya.

"Fokus kita bagaimana operasional biaya rumah sakit bisa terus ada. Hingga pelayanan pada masyarakat tidak terganggu," jelasnya.

Di akhir wawancara ia mengatakan persoalan ini harus segera dirampungkan. Jumat nanti akan ada rapat lagi bagaimana tindak lanjut dari permasalahan ini.

Kontributor Padang: Laila Marni

(utr)

Berita Terkait

Baca Juga