Tanggapan Sosiolog Soal Aksi Solidaritas Driver Ojol Nekat Bawa Jenazah Bayi Khalif

Tanggapan Sosiolog Soal Aksi Solidaritas Driver Ojol Nekat Bawa Jenazah Bayi Khalif Prof. Afrizal (Foto: Istimewa)

Covesia.com - Pemberitaan mengenai jenazah Ramadhan Khalif Putra, bayi malang (6 bulan) yang dibawa paksa driver ojek online (ojol) ke rumah duka--yang dianggap ditahan pihak Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M Djamil Padang, Sumatera Barat--karena berutang biaya perawatan Rp24 juta, viral di media sosial (Medsos).

Baca: Berutang Rp24 Juta, Jenazah Bayi 6 Bulan Dibawa Paksa Driver Ojol dari RSUP M Djamil

Baca Juga: Jawaban Pihak RSUP M Djamil Soal Informasi Jenazah Bayi Tertahan Karena Utang Rp24 Juta

Menanggapi hal itu, Sosiolog Universitas Andalas (Unand) Padang Sumatera Barat Prof Afrizal mengungkapkan reaksi yang dilakukan para driver ojol itu disebabkan adanya rasa empati yang dimobilisasi, bermula dari seseorang yang menggerakan hati orang lain sehingga munculnya solidaritas kolektif.

Menurut Afrizal, hal itu tentu sangat positif namun alangkah lebih baiknya rasa solidaritas itu dilakukan secara prosedur yang ada.

"Rasa kemanusian itu wajar. Ini muncul karena adanya seseorang yang menggerakan yang lain kemudian muncul rasa solidaritas kolektif, sampai disini masih positif," ungkap lulusan Universitas Flinders Australia itu kepada Covesia.com melalui telepon, Rabu (20/11/2019).

"Bisa saja mereka menempuh cara yang lebih baik seperti perwakilan mereka menemui direktur rumah sakit, atau melalui prosedur yang ada," tambahnya.

Rumah Sakit sebagai pihak yang tersudutkan tentu menganggap masalah ini sebagai pencemaran nama baik sehingga mereka akan mengambil tindakan-tindakan penyelamatan seperti membatah tuduhan itu.

Ia juga menambahkan tentunya kasus ini juga menjadi pembelajaran bagi masyarakat bagaimana sebuah niat baik bisa dilakukan dengan cara yang baik juga sehingga tidak ada pihak-pihak yang dirugikan.

Sebelumnya pihak rumah sakit menyesalkan langkah yang diambil pengemudi ojol dan berencana membawa persoalan tersebut ke jalur hukum.

"(Yang dilakukan ojol) Sudah keterlaluan sekali. Kita akan laporkan ini kepada pihak kepolisian karena yang begini-begini sih negara punya aturan hukum," kata Direktur Utama RSUP M Djamil Padang, Yusirwan Yusuf, kepada wartawan Selasa (19/11/2019) sore.

Baca: RSUP M Djamil Akan Polisikan Driver Ojol yang Nekat Bawa Jenazah

(utr)

Berita Terkait

Baca Juga