Limbah Baterai Jadi Masalah Pengembangan Mobil Listrik Menurut Kadin

Limbah Baterai Jadi Masalah Pengembangan Mobil Listrik Menurut Kadin Ilustrasi mobil listrik. Foto: pixabay

Covesia.com - Teknologi yang ramah lingkungan menjadi perhatian utama untuk pengembangan kendaraan masa depan. Banyak produsen mobil saat ini tengah mengembangkan kendaraan berbasis listrik baterai karena tak mengeluarkan emisi gas. 

Tetapi, menurut Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Industri Johnny Darmawan, limbah baterai bekas kendaraan listrik adalah masalah yang belum terselesaikan. 

"Yang paling important lagi itu kan baterai 10 tahun habis. Itu kan ganti. Baterai itu limbah nggak bisa dibuang, nggak bisa dipendam," katanya di Opus Ballroom The Tribata Exhibition, Jakarta Selatan, Selasa (26/11/2019).

Johnny ingin, ada daur ulang baterai bekas kendaraan listrik. Perlu adanya kesepakatan untuk mengolah baterai bekas berbahan lithium.

"Itu harusnya ada recycle yang tadi saya ngomong. Sehingga sampai akhirnya buntutnya semua terbenahi," ujar Johnny.

Seperti diketahui, limbah baterai sangat berbahaya dan merusak lingkungan, karena itu pembuangan baterai kendaraan listrik tidak boleh sembarangan.

Pasalnya limbah baterai punya kandungan logam berat dan zat-zat berbahaya seperti merkuri, mangan, timbal, nikel, dan lithium yang dapat mencemari air dan tanah, serta dapat membahayakan tubuh manusia.

(detikom)

Berita Terkait

Baca Juga