Polresta Padang: Tersangka Pedofil AMR Lakukan Aksi Bejatnya Sebanyak 4 Kali

Polresta Padang Tersangka Pedofil AMR Lakukan Aksi Bejatnya Sebanyak 4 Kali Kapolresta Padang, Kombes Pol Yulmar Try Himawan saat memberikan keterangan penangkapan tersangka pedofil AMR (56) kepada awak media, Senin (2/11/2019) (Foto: Doni Syofiadi/Covesia)

Covesia.com - Tersangka pedofil AMR alias Udin Gombak (56) berhasil diringkus Satuan Reskrim Polresta Padang pada Sabtu (30/11) kemaren pukul 11.00 WIB di Sungai Penuh, Provinsi Jambi setelah dinyatakan buron sejak Juli 2019 lalu.

Baca juga: Tersangka Pedofil di Padang Berhasil Diringkus Polisi

Dalam keterangan konferensi pers Polresta Padang, Senin (2/12/2019), polisi mengatakan pelaku Udin Gombak melancarkan aksi bejatnya kepada korban TS (12) anak dibawah umur sebanyak empat kali.

"Tersangka melakukan aksi persetubuhan dan pencabulan kepada anak dibawah umur sebanyak empat kali," ujar Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Try Himawan kepada awak media di Padang, Sumatera Barat.

Kombel Pol Yulmar Try Himawan mengatakan modus pelaku melancarkan aksi pedofilnya dengan cara memberikan uang kepada korban sebagai pengganti uang jualan kripiknya yang hilang.

"Modus pelaku memberi korban uang Rp20 ribu, Rp30 ribu sebagai penganti uang jualan kripik yang hilang, kemudian baru melakukan aksinya di semak-semak dan beberapa tempat lainya. Korban juga diancam untuk tidak menceritakan perbuatannya kepada orang lain, itu terjadi sejak bulan Agustus 2018 lalu," terang Kapolres. 

"Akibat ulah pelaku, saat ini korban menderita kanker rektum stadium 4 dan tengah berada di Jakarta untuk pengobatan," sambungnya.

Baca juga: Usai Ditangkap, Keluarga Korban Berharap Pelaku Pedofil di Padang Dihukum Seberat-beratnya

"Untuk korban lain, pelaku mengaku hanya melakukannya pada satu orang yang merupakan tetangganya sendiri." 

"Dengan kasus ini kita sangat prihatin, untuk itu kita perlukan juga peran aktif dari tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh adat agar kasus serupa dapat dicegah," tutup Yulmar.

Atas perbuatan tersangka, pelaku melanggar pasal 82 junto pasal 76 dengan pasal undang-undang RI 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 kurungan penjara dan denda sebesar Rp5 miliar

(dnq)

Baca juga: Miris Bocah Malang Korban Pedofil di Padang, Psikolog: Hukuman yang Sudah Diatur Adalah Kebiri

Berita Terkait

Baca Juga