November 2019, Bukittinggi Deflasi 0,10 Persen

November 2019 Bukittinggi Deflasi 010 Persen Cabai merah, salah satu komoditas penyumbang deflasi di Bukittinggi (Foto: dok.covesia)

Covesia.com - Badan Pusat Statistik (BPS) kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) mencatat pada bulan November 2019 daerah itu mengalami deflasi sebesar 0,10 persen. 

"November 2019, Bukittinggi mengalami deflasi sebesar 0,10 persen dikarenakan turunnya sejumlah harga komoditas," kata Kepala BPS Bukittinggi, Mukhlis, Senin (2/12/2019).

Ia menerangkan penyumbang terjadinya deflasi diantaranya turunnya harga komoditas seperti cabai merah, belut, kentang, daging ayam ras, dencis, cabe hijau, jengkol, emas perhiasan, buncis ketimun, ikan tongkol/Ambu-ambu, minyak goreng, bawang putih, daun bawang dan komoditas lainnya.

"Ikan segar dan perhiasan penyumbang deflasi terbesar diantara komoditas lainnya," sebutnya. 

Sedangkan komoditas yang mengalami kenaikan harga selama bulan November 2019 diantaranya bawang merah, beras, jeruk, rokok kretek, rokok putih, apel, tomat sayur, sewa rumah, sepat siam, petai, ice cream, dan kacang tanah 

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Menado sebesar 3,30 persen dan terendah di Kota Malang sebesar 0,01 persen. Kota Bukittinggi menduduki posisi ke-10 di Pulau Sumatera dan urutan ke-64 dari seluruh kota di Indonesia yang mengalami inflasi/deflasi.

(deb/don)

Berita Terkait

Baca Juga