Hidayat Nur Wahid Minta Pemerintah Tidak Membuat Kebijakan yang Tidak Sesuai Janji Kampanye

Hidayat Nur Wahid Minta Pemerintah Tidak Membuat Kebijakan yang Tidak Sesuai Janji Kampanye Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid. (antara)

Covesia.com - Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid menyampaikan bahwa PKS berkomitmen untuk berada di luar pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Kami ingin komitmen dengan sikap kami di luar pemerintahan untuk mengkritisi, mengawasi, dan mengkoreksi agar janji-janji kampanye presiden dilaksanakan," ujarnya seusai menghadiri acara Silaknas ICMI di Auditorium UNP, Padang, Jumat (6/12/2019).

Hidayat menyampaikan bahwa pemerintah jangan sampai membuat kebijakan yang dulu tidak ada di janji pada saat kampanye. 

Contohnya kata Hidayat adalah pemindahan ibukota. "Itu nggak ada dalam janji kampanye. Tapi kok menjadi luar biasa dikedepankan," jelasnya. 

Hidayat juga menjelaskan contoh lain kebijakan yang tidak ada pada saat kampanye Ma'ruf Amin yaitu kebijakan pemerintah dalam mengatasi isu radikalisme. "Tapi kok sekarang seolah-olah malah menunjukkan ini kabinet antiradikalisme," imbuhnya. 

PKS, kata Hidayat, memang menolak radikalisme. "Tetapi, hendaknya ada batasan yang jelas apa sih yang dimaksud dengan radikalisme. Rujukan hukumnya apa," katanya. 

Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kondisi yang tidak diinginkan. 

Dia mencontohkan bahwa ada sebuah sekolah dasar negeri di Manokwari yang tidak membolehkan siswa perempuannya mengenakan jilbab. Padahal, undang-undang sendiri membolehkan. 

Di Batam, dua orang siswa SMP pengikut keyakinan tertentu menolak untuk hormat kepada bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. "Apa ini bukan masalah," ujarnya. 

Entah mengapa, kata Hidayat, saat ini, radikalisme diarahkan kepada umat Islam. Contohnya saja adalah kebijakan pemerintah tentang majelis taklim serta penggunaan celana jingkrak dan cadar. 

"Tidak ada janji kampanye Jokowi terkait hal ini. Tapi kok sekarang malah menjadi diutamakan," katanya. 

Kontributor: Fakhruddin Arrazzi

Berita Terkait

Baca Juga