Bayi Prematur 23 Minggu Lahir Selamat di RSUD Pariaman, Beratnya 703 Gram

Bayi Prematur 23 Minggu Lahir Selamat di RSUD Pariaman Beratnya 703 Gram Bayi prematur 23 minggu dengan berat 700 gram yang dirawat intensif di RSUD Pariaman. (Foto: Peri Musliadi/ Covesia)

Covesia.com - Seorang bayi perempuan prematur lahir dengan selamat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Pariaman, Sumatera Barat.

Bayi itu bernama Nadiva Almaira asal Nagari Koto Baru, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, Nadiva saat ini tengah Dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Pariaman, Sumatera Barat.

"Bayi itu lahir di RSUD Pariaman pada 9 Desember 2019 lalu, dan hingga sekarang masih berada di inkubator ruang perinatologi di sini," sebut Direktur RSUD Pariaman dr. Indria Velutina di Pariaman, pada Selasa (14/1/2020).

Nadiva dilahir dengan berat 703 gram saat usia kandungan ibunya 23 sampai 24 minggu, padahal seharunya normalnya 38 sampai 39 minggu.

"Jadi akibatnya kondisi bayi masuk ke dalam status berat badan yang sangat rendah. Sehingga harus dirawat intensif, sebab untuk berat bayi lahir normal di atas 2,5 kilogram," katanya. 

Dikatakan Indria, diketahui kondisi bayi  seperti itu awalnya orang tuanya cemas. Bukan hanya karena kondisi bayinya, tapi juga juga karena biayanya yang besar, namun ia tidak terdaftar ke kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari BPJS.

"Untuk membantu orang tua bayi tersebut kami menghubungi Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, agar mendapatkan Jaminan Persalinan serta Badan Amil Zakat RSUD Pariaman hingga klaim kepesertaan JKN-nya pertengahan bulan ini keluar," ungkapnya. 

Sementara itu, Dokter spesialis anak RSUD Pariaman, Herlina Nasution mengatakan, orang tua bayi tersebut atas nama Nurleli (33), ia melahirkan bayinya pada Senin (19/12/2019) lalu saat kandungannya berumur enam bulan.

Saat melahirkan itu berat bayi Nurleli hanya 703 gram, sehingga perlu dilakukan tindakan medis oleh pihak rumah sakit. 

"Saat lahir usia bayi Nurleli baru 23 minggu dengan ukuran sangat kecil," kata Herlina Nasution pada Selasa (14/1/2020).

Lanjut Herlina, bahkan berat bayinya sempat turun ke 500 gram karena dipuasakan selama satu minggu sebelum diberikan suplemen tambahan dan Asi. 

"Maka dengan kondisi itu sehingga kami perlu melakukan tindakan," ujarnya.

Tapi sekarang kata Herlina, beratnya sudah kembali naik lagi ke 700 gram. 

Dikatakan Herlina, ini kejadian langka yang dialaminya, sebab tidak jarang bayi yang berusia prematur meninggal dunia saat penanganannya. 

"Sebelumnya berat bayi yang paling rendah dirawat di sini yaitu 900 gram. Namun ini merupakan bayi dengan berat terkecil yang kami rawat," ujarnya.

(pri/utr)

Berita Terkait

Baca Juga