Rektor UNP: Oknum Dosen Diduga Cabuli Mahasiswi Terancam Dipecat

Rektor UNP Oknum Dosen Diduga Cabuli Mahasiswi Terancam Dipecat Ganefri (dok. unp.ac.id)

Covesia.com - Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Ganefri angkat bicara terkait dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum dosen FY (29) kepada seorang mahasiswi.

FY diketahui mengajar di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP).

Genefri menegaskan bahwa UNP akan memberikan sanksi tegas hingga pemecatan kepada FY jika hal tersebut terbukti benar. 

"Kalau terbukti sesuai yang dilaporkan oleh mahasiswi tersebut, diberhentikan dosennya," ujar Ganefri saat dihubungi Covesia.com via telepon,  Senin (20/1/2020) siang.

Ganefri mengatakan bahwa FY saat ini sudah dibebastugaskan. "Sudah diskor. Tidak boleh mengajar," jelasnya dan menegaskan bawa oknum dosen tersebut dosen baru dan masih CPNS.

Lebih lanjut, Ganefri mengatakan bahwa kasus ini sedang diselidiki oleh pimpinan Fakultas Bahasa dan Seni yang merupakan tempat FY mengajar. Pihak kampus sedang mendalami apakah dia benar melakukan pelecehan. "Kita masih mendalami kasusnya," katanya. 

Dalam menyelesaikan kasus ini, UNP tidak menunggu hasil penyelidikan dari Polda Sumbar. Pihak Fakultas Bahasa dan Seni melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Hasil penyelidikannya akan dilaporkan kepada Ganefri selaku Rektor UNP. Setelah itu, Ganefri akan menyampaikannya kepada Majelis Kode Etik di UNP yang memiliki 9 sembilan anggota dan diketuai oleh Prof Azhar Ananda, mantan Rektor Universitas Bung Hatta. 

Kata Genefri, hari ini, laporan hasil penyelidikan dari pimpinan Fakultas Bahasa dan Seni sudah diterimanya. "Laporannya hari ini sudah masuk. Kita desposisi, langsung Mahkamah Kode Etik," jelasnya. 

Mahkamah Kode Etik akan melakukan sidang dan akan menyampaikan rekomendasinya kepada Dewan Pertimbangan Jabatan yang beranggotakan 11 orang dan diketuai oleh Wakil Rektor II UNP. 

"Dewan Pertimbangan akan menyampaikan kepada rekomendasi kepada Rektor. Tapi untuk sementara ini Rektor sudah memutuskan (oknum dosen tersebut) dibebastugaskan sementara," ujarnya.

Kalau sidang oleh Majelis Kode Etik dan Dewan Pertimbangan Jabatan berjalan lancar, keputusan Rektor terkait status oknum dosen yang melakukan pelecehan seksual akan bisa dikeluarkan dalam minggu ini. 

"Yang jelas UNP tidak menunggu proses dari apa (kepolisian). Kita juga melakukan proses juga," ujarnya. 

Selain melakukan penyelidikan kepada FY, pihak kampus juga melakukan penyelidikan kepada mahasiswi yang menjadi korban. Mahasiswi tersebut juga "dibebaskan" dari perkuliahan hingga proses dinyatakan selesai. 

Baca Juga: Polisi Akan Gelar Perkara Kasus Dosen UNP Cabuli Mahasiswa Minggu Ini

(rul)

Berita Terkait

Baca Juga