Kepemimpinannya Dinilai Membawa Perubahan, Karyawan TVRI Sumbar Sayangkan Pemecatan Helmy Yahya

Kepemimpinannya Dinilai Membawa Perubahan Karyawan TVRI Sumbar Sayangkan Pemecatan Helmy Yahya Helmy Yahya (Foto: Antara)

Covesia.com - Karyawan Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (TVRI) Sumatera Barat (Sumbar) menyesalkan pemecatan Helmy Yahya sebagai Direktur Utama TVRI oleh Dewan Pengawas TVRI. Pasalnya, di bawah kepemimpinan Helmy, TVRI mengalami peningkatan kualitas tayangan. Hal ini bisa dilihat dari meningkatnya antusias masyarakat dalam menonton siaran yang ditayangkan oleh TVRI.

"Kami bangga dengan keadaan sekarang, baik dari tampilan layar, dari tampilan logo, terus atribut-atribut seragam. Kami menyesalkan pemecatan tersebut," ujar Dadan Supriatman salah seorang karyawan TVRI Sumbar saat dihubungi Covesia via telepon, Jumat (24/1/2020).

Dia mengatakan bahwa ada kekhawatiran dari karyawan TVRI Sumbar bahwa pemecatan Helmy selaku Direktur Utama TVRI mengakibatkan stasiun plat merah tersebut akan mengalami kemunduran dari segi kualitas tayangan.

"Ada kekhawatiran dari kami tentang TVRI ke depannya seperti apa. Mungkin terjadi kemunduran lagi atau gimana," jelasnya.

Dadan mengakui bahwa, saat ini, karyawan TVRI Sumbar juga ikut merasakan kemajuan yang dialami oleh TVRI di bawah kepemimpinan Helmy.

"Dampak positif yang kami rasakan di bawah kepemimpinan Pak Helmy Yahya seperti peningkatan rating, peralatan teknis, kemasan-kemasan siaran," jelasnya.

Dia mengatakan bahwa alasan yang digunakan oleh Dewan Pengawas TVRI untuk memecat Helmy ada yang tidak tepat. Misalnya, soal tertundanya honor Satuan Kerja Karyawan (SKK) sebesar Rp 7,6 miliar pada Desember 2018 yang berujung aksi mogok karyawan dan penghentian siaran TVRI pada 10 Januari 2019. Tertundanya pembayaran SKK tersebut menjadi alasan bagi Dewan Pengawas untuk mengeluarkan Surat Pemberitahuan Rencana Pemberhentian yang dibuat  pada 4 Desember 2019.

"Kami di daerah tidak mengalami hal itu (tertundanya pembayaran SKK)," ujarnya.

Dia mengatakan bahwa pemecatan Helmy sebagai Direktur Utama TVRI menimbulkan kegelisahan bagi karyawan TVRI Sumbar. Kegelisahan tersebut muncul karena berkembangnya informasi bahwa pemecatan Helmy mengakibatkan tertundanya pembayaran tunjangan kinerja karyawan. Padahal, dirinya bersama karyawan TVRI Sumbar yang lain menunggu pencairan tunjangan kinerja tersebut sudah sejak lama. 

"Tunjangan tahun ini baru ditandatangani oleh Presiden untuk tunjangan kinerja karyawan TVRI Sumbar itu sudah terbit mulai tahun ini. Karyawan cukup menyambut antusias untuk ini. Tunjangan kinerja tersebut akan dibayarkan tahun ini yang PNP-nya karena kami mengusulkan sejak beberapa tahun yang lalu, dari Oktober 2018 hingga sekarang, itu akan dirapel," ujarnya. 

Dadan dan karyawan TVRI Sumbar lainnya menyesalkan pemecatan Helmy mengakibatkan pembayaran tunjangan kinerja menjadi terganggu. "Gara-gara pemecatan ini, menjadi penghambat tunjangan kinerja kami belum dicairkan, inilah yang kami sesalkan," tegasnya.

Untuk menunjukkan dukungan kepada Helmy, kata Dadan, sejumlah karyawan TVRI Sumbar sudah melakukan penandatanganan petisi dan pemberian dukungan secara tertulis.

"Kami prinsip save TVRI. Jangan sampai lembaga kami terpuruk karena keputusan yang berat sebelah atau gimana," ujarnya.

Selain itu, karyawan TVRI Sumbar juga berharap agar kisruh antara Helmy dan Dewan Pengawas cepat selesai. 

"Saya berharap kisruh yang terjadi saat ini agar segera tidak berlarut-larut. Kami berharap ini cepat selesai apakah itu dengan konsolidasi Dewan Pengawas dengan direksi, apa pun itu. Yang jelas di sini kami menunggu agar permasalahan ini bisa selesai," pungkasnya.

(rul)

Berita Terkait

Baca Juga