KKP Jamin 150 Wisatawan Asal China yang Berkunjung ke Sumbar Tak Terpapar Virus Corona

KKP Jamin 150 Wisatawan Asal China yang Berkunjung ke Sumbar Tak Terpapar Virus Corona Suasana kedatangan seartusan wisatawan asal China di Bandara Internasional Minang Kabau (BIM) pada Minggu, 26/1/2020) (Foto: Fakhruddin Arrazzi)

Covesia.com - Ratusan wisatawan Negeri Tirai Bambu tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Minggu (26/1/2020) pagi. Wisatawan tersebut berasal dari Kota Kunming Provinsi Yunan China. Kedatangan mereka dianggap bisa menggairahkan pariwisata di Sumatera Barat (Sumbar) serta meningkatkan pendapatan masyarakat di bidang pariwisata.

Berdasarkan pantauan Covesia, wisatawan asal China tersebut tiba di BIM sekitar 06.45 WIB. Kedatangan mereka disambut oleh oleh tari pasambahan, sebuah tari tradisional Minangkabau yang dimaksudkan sebagai ucapan selamat datang dan ungkapan rasa hormat kepada tamu yang baru saja sampai. Tari tersebut diiringi oleh musik tradisional Minangkabau seperti gendang tambua dan talempong. 

Berdasarkan pantauan Covesia, wisatawan Negeri Tirai Bambu tersebut tampak antusias melihat penampilan tari tradisional Minangkabau itu. 

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, saat menyambut kedatangan wisatawan tersebut di depan pintu "Kedatangan Internasional", menyampaikan ucapan selamat datang kepada wisatawan yang datang. Dia berharap para tamu bisa menikmati kunjungan mereka selama di Sumbar. Wisatawan Negeri Tirai Bambu tersebut rencananya akan berkunjung ke berbagai daerah di Sumbar selama empat hari ke depan. 

Meski demikian, di tengah merebaknya virus corona di Provinsi Wuhan China, kedatangan wisatawan asal Kota Kunming Yunan ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri di masyarakat. Di berbagai media sosial seperti Facebook beredar informasi bahwa para turis telah terpapar virus corona. Padahal, jarak antara Provinsi Wuhan dengan Kota Kunming sekitar 1.200 kilometer atau setara sekitar dua jam perjalanan dengan pesawat dari Padang ke Surabaya. 

KKP: Pemeriksaan Ketat telah Dilakukan

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Padang Jalil Alfani menyatakan bahwa pihak KKP telah melakukan pemeriksaan yang ketat terhadap wisatawan asal China yang tiba di BIM. Dari pemeriksaan tersebut, pihak KKP menjamin wisatawan asal China tersebut tidak terpapar virus corona.

Pihak bandara sebelumnya telah memasang peralatan penunjang berupa thermal scanner yakni sebuah alat yang mampu mendeteksi suhu panas tubuh manusia. Apabila suhu tubuh terdeteksi di atas ambang batas, maka akan segera diambil tindakan pengecekan medis.

"Sejauh ini, setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ada wisatawan yang terpapar virus corona. Hasilnya nihil," tegasnya.

Jalil mengatakan bahwa, dari pemeriksaan thermal scanner, suhu panas tubuh para wisatawan tidak ada yang melebihi 38 derajat Celcius. Jika suhu tubuh seseorang mencapai angka tersebut, berarti ada gejala orang itu terpapar virus corona. "Rata-rata suhu mereka adalah 33-34 derajat Celcius. Itu normal," jelasnya. 

Hal ini, kata Jalil, menunjukkan bahwa wisatawan asal Kota Kunming tidak terpapar virus corona sudah dari negara asalnya. 

Pihak Penyelenggara: Pemeriksaan sudah Dilakukan sejak di Negara Asal

Erwin Xandra selaku salah seorang staf Perusahaan Coco's Tour Indonesia, perusahaan bidang biro perjalanan yang mendatangkan wisatawan asal Negeri Tirai Bambu ke Padang, menyatakan bahwa wisatawan asal Kota Kunming yang berkunjung ke Sumbar sudah melewati proses scanner dari negara asalnya.

"Jadi, tamu kalau mau berangkat dari bandara internasional mana pun di negara mana pun, ada pihak KKP, pihak yang bertanggung-jawab mengecek kesehatan dari semua penumpang. Dari Cina, mereka melewati screening juga, baru boleh masuk ke dalam imigrasi, lewat beacukai, baru naik pesawat. Jadi, tamu yang telah melewati proses screening, sudah bisa dipastikan sehat secara fisik dan bisa berwisata," jelasnya.

Kata Erwin, selama berada di Provinsi Sumbar, turis asing asal China tersebut akan dibekali kartu kewaspadaan. "Dibagikan kepada tamu oleh pihak KKP. Kartu ini akan diisi dengan identitas tamu masing-masing dan berguna sebagai kartu prioritas jika seandainya, selama berada di Sumbar tamu ada, tamu ada yang demam atau mengalami gejala, maka akan dirujuk ke rumah sakit," jelasnya. 

Erwin menambahkan pihak penyelenggara pun juga akan melakukan pengecekan suhu dan kesehatan setiap wisatawan  sebelum mereka menaiki bus, sebelum mereka melakukan tur. "Dari Dinas Kesehatan, mereka juga akan menempatkan petugas dari beberapa lokasi di tempat tujuan wisata yang kita tuju," ujarnya.

Kata Erwin, ada 150 wisatawan asal Kota Kunming yang berkunjung ke Sumbar pada penerbangan perdana kali ini. Kata Erwin, jika kunjungan wisatawan China pada rombongan perdana ini menimbulkan feedback yang positif, maka pihak penyelenggara akan kembali mengadakan tur untuk wisatawan China di Sumbar pada Juni tahun ini. Dalam mendatangkan wisatawan asal Ngeri Tirai Bambu, Coco's Tour Indonesia bekerja sama dengan PT Marawa Corporation.

Gubernur Sumbar: Kunjungan Wisatawan Asal Kota Kunming Tidak Mungkin Dibatalkan

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan bahwa kunjungan wisatawan asal Kota Kunming tidak mungkin dibatalkan. Hal ini dikarenakan kunjungan wisatawan asal China ini sudah dirancang jauh-jauh hari sebelum virus corona merebak di Provinsi Wuhan. Perwakilan Pemda Sumbar juga sudah beberapa kali berkunjung ke Tiongkok untuk menggalakkan wisata di Sumbar.

Irwan menjelaskan bahwa kunjungan wisatawan Negeri Tirai Bambu tersebut sangat bagus untuk menggairahkan pariwisata yang ada di Sumbar. Datangnya wisatawan asal China berarti mendatangkan pendapatan daerah. 

"Kalaulah sekiranya berbahaya (terpapar virus corona), maka tentu dari pihak Kementerian Luar Negeri atau dubes yang terkait tidak akan memberi visa kepada mereka untuk masuk ke Indonesia. Kalau diberikan visa, berarti boleh. Kalau boleh, berarti kita di daerah tidak bisa menolak. Orang datang dengan cukup syarat dan sebagainya," jelasnya. 

Kata Irwan, Kota Kunming Provinsi Yunan ke Provinsi Wuhan berjarak sekitar dua jam perjalanan dengan pesawat. Hal ini setara dengan penerbangan dari Padang ke Yogyakarta. Jarak dari Kota Kunming ke Provinsi Wuhan, tempat virus tersebut awalnya berasal berjarak sekitar 1.200 kilometer. Hal ini menguatkan dugaan bahwa tidak mungkin wisatawan Kota Kunming yang berkunjung ke Sumbar terpapar virus corona.

Kontributor: Fakhruddin Arrazzi

Catatan: Judul berita telah dilakukan proses editing dari sebelumnya, 150 Wisatawan Asal China yang Berkunjung ke Sumbar Tak Terpapar Virus Corona menjadi 150 Wisatawan Asal China yang Berkunjung ke Sumbar Tak Terpapar Virus Corona pada, Minggu (26/1/2020) pukul 13.09 WIB

Berita Terkait

Baca Juga