Soal Ucapan Ustaz Alfian Tanjung, Polisi Periksa Sembilan Orang Saksi

Soal Ucapan Ustaz Alfian Tanjung Polisi Periksa Sembilan Orang Saksi Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto (Foto: dok.humas)

Covesia.com - Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar, sudah memeriksa sembilan orang saksi terkait kasus dugaan penyiaran kabar bohong yang dilakukan oleh Ustaz Alfian Tanjung dalam tabligh akbar di Masjid Jami' Tigo Baleh, Kota Bukittinggi pada Jumat (7/2/2020) lalu. 

"Mereka yang sudah diperiksa itu, pihak dari Takmir Masjid, pihak dari peserta tabligh akbar dan dari panitia acara. Pemeriksaan sudah dilakukan sejak Sabtu (15/2/2020) kemaren," kata Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto kepada covesia.com pada Selasa (18/2/2020).

Lanjut Bayu, saat ini pihaknya masih dalam tahap penyelidikan terkait laporan tersebut. Kemudian masih mencari bukti-bukti lain terhadap laporan itu.

"Seperti mencari arsip brosur tabligh akbar ustaz Alfian Tanjung itu, kemudian mencari spanduk yang berkaitan dengan kegiatan itu, dan dokumen lain dari administrasi dari kepanitian acara itu," ungkapnya. 

Bayu menjelaskan, kasus itu berawal dari video yang beredar di media sosial terkait ceramah Ustaz Alfian Tanjung yang diduga menyebarkan berita bohong dan penghinaan kepada penguasa.

Jadi karena hal itu sehingga membuat pelapor atas nama Raymon Rafli (48) merasa keberatan dan melapor ke Polres Bukittinggi, dengan persangkaan pasal 13 dan pasal 14 ayat (1) dan (2) UU nomor 1 Tahun 1946 atau pasal 207 KUHP, UU No 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis.

"Setelah mendapatkan laporan itu, petugas langsung melakukan penyelidikan terkait hal tersebut, sehingga diketahui informasi penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian itu disampaikan Ustaz Alfian Tanjung di Kota Bukittinggi, pada 7 Februari 2020 di Masjid Jami' Tigo Baleh Bukittinggi, sekira pukul 19.30 WIB," jelasnya. 

Kata Bayu, dalam vidio itu bahwa ustaz tersebut mengklaim bahwa RI kekinian menganut rezim komunis.

"Untuk sekarang kasus ini masih dalam tahap penyelidikan Tim Gabungan Ditreskrimum Polda Sumbar dan Reskrim Polres Bukittinggi," sebutnya.

(per/don)

Baca juga: Ustaz Alfian Tanjung Dipolisikan, Polres Bukittinggi: Kasus Ditangani Polda Sumbar

Berita Terkait

Baca Juga