Harga Gas LPG 12 Kg Meroket dan Susah Didapat di Mentawai

Harga Gas LPG 12 Kg Meroket dan Susah Didapat di Mentawai Ilustrasi - Foto: Peri Musliadi/Covesia

Covesia.com - Pelanggan gas elpiji 12 kilogram di Tuapejat kecamatan Sipora Utara mengeluhkan harga jual gas yang melonjak drastis dan susah didapat belakangan ini. Saat ini harga jualnya dibanderol  mencapai Rp270 ribu dari harga sebelumnya Rp230 ribu.

Menurut Aladin, salah seorang agen tabung gas LPG 12 kilogram di Tuapejat kapal kargo dan minyak yang mengangkut gas elpiji ke Mentawai membatasi jumlah tabung yang dibawa dari pelabuhan kota Padang yakni maksimal 60 tabung dengan rentang waktu per 10 hari.

Ia juga mengaku saat ini tidak berjualan beberapa bulan karena rekan kapal kargo yang biasa mengangkut tabung gasnya tidak beroperasi. Sementara jika ingin bergabung pada kapal minyak, tidak bisa karena sudah tertentu orangnya. Ia berharap Pemerintah daerah dapat  memberikan solusi terbaik sesuai regulasi yang berlaku.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Elisa Siriparang membenarkan bahwa distribusi tabung gas ada pembatasan dari pelabuhan Padang maksimal 60 tabung demi keamanan / keselamatan.

Elisa mengungkapkan bahwa Pemerintah hanya ada regulasi pada LPG 3 kilogram, namun secara ekonomis tidak memungkinkan di Kepulauan Mentawai.

Saat ini ia menyampaikan bahwa ada satu perusahaan meminta penambahan jumlah tabung gas dan pihaknya menunggu disposisi Bupati terkait masalah ini.

"Penambahan berdasarkan permintaan dan tergantung rekomendasi Bupati. Kita juga menyediakan data-data pemakai LPG di Mentawai agar bisa ditambah sesuai kebutuhan yang diminta," kata Elisa beberapa waktu lalu.

Ia menekankan bahwa penambahan distribusi tabung gas LPG 12 kilogram ini bisa di rekomendasikan jika ada permintaan penambahan pihak pengusaha dengan meminta rekomendasi dari  Bupati dan dinas terkait.

"Kalau mau ditambah, harus ada permintaan dari pengusaha, ada kapalnya, dan tempat penampungan representatif," pungkasnya.

Kontributor: Kornelia Septin Rahayu

Berita Terkait

Baca Juga