Seorang PDP Covid-19 di Solsel Meninggal Dunia

Seorang PDP Covid19 di Solsel Meninggal Dunia Ilustrasi

Covesia.com - Satu orang Pasien Dalam Pemantauan (PDP) COVID-19 di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat meninggal dunia setelah sempat diisolasi di rumah sakit umum daerah setempat, Selasa.

"Pasien PDP tersebut meninggal pukul 18.30 Wib dan malam ini juga dimakamkan," kata Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan Novirmandi Padang Aro, Selasa (31/3/2020).

Satu pasien PDP ini, ujarnya baru sebatas suspect. Kendati suspect, sebutnya pemakamannya dilakukan oleh empat petugas khusus yang dipandu oleh petugas kesehatan. Pemakamannya sama denganpemakaman penyakit menular yang sudah dipelajari oleh petugas kesehatan.

Ia menambahkan tenaga kesehatan dari Puskesmas dan RSUD sudah bisa menyelenggarakan pemakaman COVID-19.

Dia mengatakan untuk tes swab pasien PDP ini baru diambil hari ini, namun belum sempat dikirim ke laboratorium untuk diuji.

PDP yang meninggal di Solok Selatan memiliki riwayat perjalanan ke wilayah terdampak 10 hari lalu.

Untuk masyarakat yang masuk ke Solok Selatan hingga sekarang sebanyak 874 orang dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 36 orang dan PDP menjadi kosong setelah yang satu ini meninggal.

Sedangkan status yang telah selesai notifikasi sebanyak 43 orang dan selesai ODP delapan orang hingga hari ini.

Dia menyebutkan tenaga Puskesmas dan RSUD setempat sudah siap menangani kasus COVID-19. Untuk APD di Puskesmas sudah dipesan 1.000 set dan untuk RSUD dipesan 5.000 set.

Terkait ruang perawatan COVID-19 di RSUD, katanya, sudah siap untuk kapasitas 10 tempat tidur.

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan akan merekrut 27 tenaga medis untuk menghadapi wabah Corona Virus Disease (COVlD-19).

Sebanyak 27 tenaga medis yang akan direkrut yaitu dokter lima orang, perawat 20 dan tenaga labor dua orang.

"Sesuai dengan surat dari Provinsi (Sumbar) bahwa ada kesempatan rekrutmen tenaga kesehatan sehingga untuk RSUD Solok Selatan akan diterima 27 orang. Tenaga medis penanganan COVID-19 akan diberi insentif khusus," katanya.

Setelah rekrutmen tenaga medis ini, katanya, juga akan dipersiapkan untuk cleaning servis serta petugas keamanannya.

(ant/lif)

Berita Terkait

Baca Juga