Proses Laporan Dugaan Pemerkosaan Wartawan, Polisi: Tunggu Hasil Visum Keluar

Proses Laporan Dugaan Pemerkosaan Wartawan Polisi Tunggu Hasil Visum Keluar Ilustrasi (Covesia)

Covesia.com - Usai mendapatkan laporan terkait dugaan pemerkosaan terhadap wartawati di Payakumbuh, Sumatera Barat, Polres Payakumbuh langsung melakukan penyelidikan dan melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi.

Namun, untuk hasil visum diperkirakan sedikit memakan waktu. Pasalnya, dokter di beberapa sakit di Kota Payakumbuh tengah sibuk mengantisipasi penyebaran wabah virus Covis-19. 

“Sudah kami terima dan sudah dimulai pemeriksaan terhadap korban dan beberapa saksi. Tapi hasil visumnya belum keluar. Karena dokternya sedang diperbantukan untuk mencegah penyebaran wabah virus Covid-19 ini,” sebut Ilham kepada Covesia.com melalui seluler, Jumat (3/4/2020). 

Untuk visum ini, diperkirakan Ilham akan keluar dalam minggu depan. Pasalnya, shift atau jadwal dokter yang biasa memvisum korban kekerasan seksual belum terjadwal ulang. Dikarena perbantuan tugas tambahan untuk wabah Virus Covis-19 ini membuat jadwal dokter sedikit berantakan. 

“Kemungkinan minggu depan visumnya keluar. Banyak dokter-dokter jadwalnya sedikit berantakan karena ada tambahan tugas untuk pencegahan wabah Virus Corona,” ungkap Ilham. 

Ia juga mengatakan jika hasil visum sudah keluar, penyidik langsung melakukan pemeriksaan kepada terlapor. 

“Setelah visum keluar, langsung kami jadwalkan untuk melakukan pemeriksaan kepada terlapor,” katanya. 

Sebelumnya, Polres Payakumbuh menerima laporan dari BR (60) salah seorang warga Kenagarian Solok Bio-Bio, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (31/3/2020) lalu. Laporan yang bernomor STPL/99a/III/2020/RES ini melaporkan tiga orang terlapor yang salah satunya adalah oknum ASN. 

BR tidak puas dengan pencabulan yang dilakukan oleh tiga orang terlapor ini kepada anaknya, sebut saja Bunga (17) yang merupakan salah seorang wartawati media online lokal di daerah tersebut. Aksi pemerkosaan itu terjadi pada Senin (9/3/2020) di rumah salah seorang terlapor di Kota Payakumbuh.

(agg)

Berita Terkait

Baca Juga