Gelombang Tinggi Porak-porandakan Puluhan Rumah Warga Mentawai

Gelombang Tinggi Porakporandakan Puluhan Rumah Warga Mentawai Penampakan gelombang tinggi di Dusun Kampung, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, Kepulauan Mentawai.

Covesia.com - Gelombang tinggi disertai hujan dan angin kencang kembali memporak-porandakan puluhan pemukiman warga Dusun Kampung, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, Kepulauan Mentawai pukul 03.00 WIB, Rabu dini hari (19/5/2020).

Kali ini amukan gelombang air laut dirasa warga lebih besar dampaknya dari yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Saat sedang asyik tidur, tiba-tiba gelombang langsung naik ke dalam rumah. Sampan, lantai rumah, dinding belakang rumah, tiang penyangga rumah hancur dihantam gelombang," tutur Yurniati (40), salah seorang warg yang terdampak gelombang tinggi.

Selain rumah, infrastruktur jalan dan listrik di pinggir pantai juga terkena imbas ganasnya gelombang. Pasir dan kerikil pun naik hingga ke jalan.

Wakil Bupati Kepulauan Mentawai Kortanius Sabeleake saat meninjau keadaan di lokasi mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyediakan dapur umum di SD-13 Tuapejat di ebrang pantai tersebut.

"Untuk relokasi masih kita proses pendataan masyarakat yang memang benar-benar tidak memiliki tempat tinggal. Kita juga sudah mengimbau warga agar jangan membangun rumah di pinggir pantai lagi," ujar Korta.

Saat bersamaan Kepala Kantor SAR Kelas B Mentawai, Akmal menerangkan bahwa kondisi cuaca saat ini sangat ekstrim.

"Pada siaga SAR khusus ini, wilayah timur Kabupaten Kepulauan Mentawai ketinggian gelombang mencapai 2,5-4 meter, dan sebelah barat 6-9 meter. Kemudian, kecepatan angin 2-20 knot, dan hingga saat ini tidak ada korban jiwa," papar Akmal.

Akmal berpesan kepada warga agar tidak melaut dulu.

Selanjutnya Danlanal Kepulauan Mentawai, Anis Munandar yang juga tampak meninjau situasi di lokasi mengimbau kepada warga agar lebih berhati-hati dan waspada.

"Pentingkan keselamatan. Kerugian material saat ini memang sudah banyak dan manfaatkan sarana maupun bantuan dari Pemerintah untuk kepentingan bersama. Dalam kondisi darurat, kita tetap bersama dan gotong royong," tukas Anis.

(Kornelia Septin Rahayu)

Berita Terkait

Baca Juga