Pedagang Pasar Payakumbuh Ngamuk Buka Paksa Blokade, Pemko: Tolong Pahami Pandemi Corona

Pedagang Pasar Payakumbuh Ngamuk Buka Paksa Blokade Pemko Tolong Pahami Pandemi Corona (Foto: Istimewa)

Covesia.com – Ratusan pedagang di Pasar Payakumbuh mengamuk, Jumat (22/5/2020) sekitar pukul 15.15 WIB. Mereka membuka paksa blokade akses jalan masuk ke pasar di depan tugu Adipura Payakumbuh.

Tim gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan Dishub tidak bisa berbuat banyak dan hanya memilih melihat sejumlah plang blokade dibawa oleh sejumlah pedagang.

Informasi yang dihimpun Covesia.com, aksi pedagang ini berawal dari ketidakpuasan kepada satgas Covid-19 Payakumbuh yang dirasa melanggar kesepakatan dan surat edaran Pemko Payakumbuh dengan Pedagang. Dimana pedagang tidak diperbolehkan lagi berdagang setelah pukul 22.00 WIB.

Namun, pukul 15.00 WIB tim gabungan Satgas Covid-19 Payakumbuh malah melakukan blokade akses jalan masuk ke pasar diseluruh penjuru. Hal ini mengundang amarah dan aksi sejumlah pedagang.

“Seluruh jalan ditutup baik yang didepan maupun yang dibelakang. Padahal kesepakatan pedagang tidak boleh berjualan setelah pukul 22.00 WIB. Tapi pukul 15.00 WIB malah ditutup. Ini jelas melarang kami berdagang dan mencari uang. Padahal lebaran tinggal dua hari lagi,” sebut salah seorang pedagang kepada wartawan.

Akibat kejadian ini, blokade yang sebelumnya untuk mengurangi penumpukan kendaraan dan orang di Pasar Payakumbuh tidak bisa terealisasi dengan baik. Bahkan masyarakat yang penasaran dengan kericuhan ini malah semakin ramai mendekati Pasar Payakumbuh dan melihat kericuhan tanpa mengindahkan aturan PSBB.

Menanggapi hal ini Kapolres Payakumbuh, AKBP Donny Setiawan melalui Wakapolres Kompol Arie Sulistyo Nugroho meminta perwakilan pedagang pasar untuk duduk bersama dan menampung segala keluhan dan unek-unek pedagang.

“Kami langsung duduk bersama dengan pedagang untuk mencari solusi atas persoalan ini. seluruh masukan ditampung dan tidak ada yang dibantah maupun ditolak,” kata Wakapolres.

Sementara itu Pemko Payakumbuh yang diwakili oleh Kasat Pol PP Payakumbuh, Devitra meminta agar masyarakat dan pedagang bisa memaklumi masa pandemi Covid-19. Apalagi, pusat penyebaran wabah Covid-19 terbesar berada di Pasar Payakumbuh.

“Mohon dimaklumi dan dipahami jika hari ini tengah dilanda pandemi Covid-19. Seluruh yang berada di Pasar Payakumbuh sedang terancam Covid-19 setelah melihat hasil Tracking warga yang sudah positif Covid-19 baik di Kota Payakumbuh maupun daerah tetangga,” ucapnya.

Namun karena ada permintaan dari pedagang untuk tetap berjualan, akhirnya disepakati aturan untuk meminimalisir jumlah masyarakat yang berkeliaran di Pasar Payakumbuh dengan cara parkiran di bawah Kanopi hanya diperbolehkan satu baris. Jika lebih, akan dilakukan teguran dan tindakan oleh satgas Covid-19.

(agg)

Berita Terkait

Baca Juga