Bupati dan Sekda Agam Diperiksa Polisi, Kabid Humas: Kasus Pencemaran Nama Baik

Bupati dan Sekda Agam Diperiksa Polisi  Kabid Humas Kasus Pencemaran Nama Baik Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto

Covesia.com - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) sedang menyelidiki kasus dugaan pencemaran nama baik anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Mulyadi. Informasi tersebut dibenarkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto.

"Polda Sumbar melakukan penyelidikan (terkait) adanya laporan dari salah satu masyarakat atas nama Refli Irwandi (40) tentang akun Facebook yang merupakan (kasus dugaan) pencemaran nama baik atas nama Mulyadi," ujarnya saat diwawancarai rekan-rekan wartawan di Markas Kepolisian Daerah Sumbar hari ini, Jumat (29/5/2020).

Terkait kasus itu, Polda Sumbar memeriksa 13 orang saksi dengan 2 di antaranya adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Martias Wanto dan Bupati Agam Indra Catri. Martias diperiksa kemarin, sedangkan Indra diperiksa hari ini.

Penyelidikan dilakukan menindaklanjuti laporan Refli Irwandi, Kamis (4/5/2020), dengan nomor LP/191/V/2020/SPKT Sbr terkait kasus dugaan pencemaran nama baik Mulyadi melalui akun Facebook Maryanto yang diduga akun bodong.

"Di akun Facebook-nya itu meng-upload gambar dan kata-kata yang tidak pantas. Tetapi kami tidak menyampaikan karena masih dalam tahap pemeriksaan," jelasnya.

Kata Stefanus, Polda Sumbar menerima sejumlah laporan terkait kasus ini. "Karena laporannya (akun yang) sama, maka kita jadikan satu," jelasnya. 

Dia menerangkan pelapor kasus dugaan pencemaran itu bukan Mulyadi, tapi relawannya. "Enggak apa-apa. Siapa yang melapor, kita tindaklanjuti. Karena memang siapa di situ yang merasa kalau ingin melaporkan, jadi kita tindaklanjuti. Yang bersangkutan (Refli Irwandi) adalah sopir," ungkapnya.

Saat ditanyakan apa bentuk dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan, Stefanus menjawab, 

"Di akun Facebook-nya itu (akun Maryanto), meng-upload gambar dan kata-kata yang tidak pantas. Tetapi kami tidak menyampaikan karena masih dalam tahap pemeriksaan," imbuhnya.

Saat ditanyakan bagaimana alur dari akun Facebook bodong hingga mengapa pejabat Kabupaten Agam diperiksa, Stefanus menjawab hal tersebut merupakan proses penyelidikan.

"Mungkin Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) yang mengembangkan dan melakukan pemeriksaan seperti itu. Intinya masih proseslah," tuturnya

Saat ditanyakan pasal yang disangkakan, Kabid Humas menjawab, "Karena berkaitan dengan akun Facebook, maka (kita sangkakan) Undang-undang ITE Pasal 27."

(fkh)

Catatan: Berita ini telah dilakukan penyuntingan oleh redaksi, pada pukul 22.26 WIB dengan tanggal yang sama.

Berita Terkait

Baca Juga