Karier Ruslan Buton di AD, Eks TNI yang Viral karena Minta Jokowi Mundur

Karier Ruslan Buton di AD Eks TNI yang Viral karena Minta Jokowi Mundur Tangkapan layar video saat Ruslan Buton ditangkap. Sumber: Suara/istimewa

Covesia.com - Ruslan Buton Mantan Anggota TNI AD ditangkap oleh aparat kepolisian oleh sebab rekaman suaranya menjadi viral di media sosial lantaran "kritik kerasnya" terhadap pemerintah. Dia bahkan dengan lantang meminta Presiden Jokowi untuk mundur.

Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan Ruslan telah mengakui bahwa rekaman suara itu adalah dirinya.

"Dari hasil pemeriksaan tersangka mengakui bahwa benar suara rekaman yang beredar adalah milik tersangka yang dibuat pada tanggl 18 Mei 2020 menggunakan handphone tersangka dan mendistribusikan rekaman tersebut ke dalam Grup WA Serdadu eks Trimatra," kata Ahmad saat jumpa pers seperti dikutip dari Instagram Divisi Humas Mabes Polri.

Karier Ruslan Buton di TNI AD

Ruslan Buton ditangkap di sebuah kawasan di Kecamatan Wabula, Kabupaten Buto, Sulawesi Tenggara.

Ruslan menyatakan diri pernah menjabat Panglima Serdadu Eks Trimantra Nusantara. 

Saat ditangkap, status Ruslan ternyata bukan lagi anggota TNI. Ia telah dipecat pada 2018 karena terlibat kasus pembunuhan seorang pria bernama La Gode.

Kepala Penerangan Komando Resimen (Kapenrem) 143/Kendari Mayor Sumarsono membenarkan hal itu. Ia juga menyatakan bahwa Ruslan telah diamankan oleh pihak Mabes Polri.

"Langsung di bawa ke Polres Baubau," kata Sumarsono.

Menurut Mayor Sumarsono, kasus Ruslan Buton ditangani pihak kepolisian karena statusnya yang bukan lagi sebagai anggota TNI aktif. 

Dikutip dari Antara, pada Sabtu (30/5/2020), Ruslan Buton terbukti bersalah dalam kasus pembunuhan La Gode pada tanggal 27 Oktober 2017. 

Pengadilan Militer Ambon lantas menjatuhi hukuman 1 tahun 10 bulan penjara dan memecat Ruslan dari anggota TNI AD pada 6 Juni 2018 lalu.

Usai dipecat, ia ternyata membentuk kelompok mantan Prajurit TNI dari tiga matra, darat, laut, dan udara yang disebut Serdadu Eks Trimatra Nusantara.

Rekaman berupa surat terbuka kepada Presiden itu dibuatnya pada 18 Mei 2020. Dari beberapa penjabaran yang disampaikan Ruslan, termasuk kondisi pandemi corona saat ini. Dia meminta Presiden mundur.

(Suara)

Berita Terkait

Baca Juga