Salut ke KPK karena Berhasil Tangkap Nurhadi, Mahfud MD: Bukti Tak Dilindungi Orang Kuat

Salut ke KPK karena Berhasil Tangkap Nurhadi Mahfud MD Bukti Tak Dilindungi Orang Kuat Tersangka kasus dugaan suap gratifikasi senilai Rp46 miliar, Nurhadi memasuki mobil usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (2/6/2020). Foto: Antara/Aditya Pradana Putra

Covesia.com - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan salut terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mahfud salut lantaran lembaga antirasuah itu telah menangkap mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.

Nurhadi adalah buronan kasus dugaan suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA tahun 2011 sampai 2016.

Baca: Istri Mantan Sekretaris MA Nurhadi Turut Dibawa, KPK: Diperiksa Sebagai Saksi

"Saya turut gembira dan salut kepada KPK. Itu membuktikan bahwa KPK bekerja serius mengurus Nurhadi," kata Mahfud dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/6/2020).

Penangkapan Nurhadi itu membuktikan beberapa hal antara lain anggapan bahwa Nurhadi dilindungi orang kuat adalah keliru, lanjut Mahfud.

Penangkapan tersebut juga membuktikan pernyataan KPK bahwa KPK akan bekerja tanpa harus berteriak-teriak.

"Pak Firli pernah bilang kepada saya, 'Biarlah orang bilang kami tidak baik tapi kami akan tetap berusaha bekerja baik'," kata Mahfud mengutip Ketua KPK Firli Bahuri.

Baca juga: DPO KPK Sejak Februari, Mantan Sekretaris MA Ditangkap di Jaksel

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tersangka mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi (NHD) dan menantunya Rezky Herbiyono (RH) di sebuah rumah di Simprug, Jakarta, Selatan, Senin (1/6) malam.

"Di sebuah rumah di daerah Simprug, Jakarta Selatan. Tidak ter-'confirm' kalau rumah yang bersangkutan yang jelas saat penggeledahan di sana ada tersangka NHD dan RH beserta istri dan anak-anaknya serta pembantu," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (2/6).

Saat ini, dua tersangka tersebut telah dibawa ke gedung KPK, Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sedangkan istri Nurhadi, Tin Zuraida juga turut dibawa ke gedung KPK, namun diperiksa sebagai saksi.

(ant/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga