Survei Penanganan Covid-19: Kinerja DKI Dinilai Warga Lebih Baik Daripada Pemerintah Pusat

Survei Penanganan Covid19 Kinerja DKI Dinilai Warga Lebih Baik Daripada Pemerintah Pusat Ilustrasi - Warga menutup jalan saat simulasi pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL) di RT 05 RW 04, Petamburan, yang merupakan wilayah zona merah COVID-19 di Jakarta, Rabu (3/6/2020). Foto: Antara/ Akbar Nugroho Gumay

Covesia.com - Salah satu pertanyaan pada survei LaporCovid19.org berkolaborasi dengan Social Resilience Lab Nanyang Technological University (NTU) Singapura adalah bagaimana opini warga DKI Jakarta terhadap kinerja Pemerintah Pusat dan DKI Jakarta dalam satu kata. Survei sosial itu untuk mengukur tingkat kesiapan warga DKI Jakarta terkait wacana new normal.

Berdasarkan satu pertanyaan survei itu, ditemukan bahwa warga DKI Jakarta lebih puas dengan kinerja Pemprov DKI Jakarta dibandingkan Pemerintah Pusat.

"Kita bukannya membela Pemprov DKI ya, tapi ini data yang kita dapatkan, sentimen positifnya relatif lebih baik dari pada sentimen negatif, jadi kalau kita lihat di sini, ini adalah kata-kata yang muncul dari opini dalam kuesioner kita yang mewakiliki sentimen positif terhadap penanganan oleh Pemprov DKI," kata Sosiolog bencana yang juga Associate Professor NTU, Sulfikar Amir dalam jumpa pers virtual, seperti dilansir Suara.com, jaringan Covesia.com, Kamis (4/6/2020).

Sedangkan opini masyarakat terhadap pemerintah pusat lebih banyak menyatakan kata-kata negatif seperti; inkonsisten, plinplan, tertutup, bohong, bingung, lemah, lambat dan sebagainya.

"Jadi kalau kita lihat sentimen negatifnya relatif lebih besar dan lebih banyak, tentu tidak semua menganggap pemerintah pusat ini jelek, jadi ada juga warga yang menganggap cukup, semangat, tanggap dan sebagainya, tetapi sentimen negatifnya jauh lebih besar atau lebih dominan," jelasnya.

Sebagai informasi, survei ini dilakukan sejak hari Jumat 29 Mei sampai 2 Juni 2020 dengan jumlah responden sebanyak 3.160 orang yang dikumpulkan melalui metode quota sample dengan variabel penduduk per kelurahan.

Survei dilakukan online melalui platform quatrics yang disebar melalui Whatsapp yang disebarkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI), Camat, Biro Tata Pemerintahan, dan Jaringan Komunitas Warga.

Metode analisa menggunakan formula Spearman rho untuk mengukur korelasi antar variabel dan faktor demografi.

Berita Terkait

Baca Juga