Survei: Warga DKI Dinilai Belum Siap Masuki "New Normal"

Survei Warga DKI Dinilai Belum Siap Masuki New Normal Ilustrasi - Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (15/5/2020). Foto: Antara/ Akbar Nugroho Gumay

Covesia.com - LaporCovid19.org berkolaborasi dengan Social Resilience Lab Nanyang Technological University (NTU) Singapura melakukan survei sosial untuk mengukur tingkat kesiapan warga DKI Jakarta terkait wacana new normal.

Inti dari survei ini menunjukkan bahwa warga DKI Jakarta belum sepenuhnya siap memasuki fase new normal. Sebab survei mereka indeks persepsi risiko Jakarta masih berada di angka 3,46 dari rentan angka 1-5.

"Masih jauh di bawah kondisi yang ideal. Kondisi yang ideal itu antara 4 dan 5, berada di atas 4 saja itu sudah bagus," kata Sosiolog bencana yang juga Associate Professor NTU, Sulfikar Amir dalam jumpa pers virtual, seperti dilansir Suara.com, jaringan Covesia.com, Kamis (4/6/2020).

Meskipun telah merasa cukup memiliki informasi, pengetahuan, wawasan, modal sosial, serta kecenderungan kuat untuk berhati-hati agar tidak terpapar virus corona, namun warga DKI merasa belum siap memasuki era new normal.

"Karenanya, wacana pemberlakuan tatanan kehidupan baru New Normal belum saatnya diberlakukan bagi warga DKI Jakarta," ujarnya lagi.

Sebagai informasi, survei ini dilakukan sejak hari Jumat 29 Mei sampai 2 Juni 2020 dengan jumlah responden sebanyak 3.160 orang yang dikumpulkan melalui metode quota sample dengan variabel penduduk per kelurahan.

Survei dilakukan online melalui platform quatrics yang disebar melalui Whatsapp yang disebarkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI), Camat, Biro Tata Pemerintahan, dan Jaringan Komunitas Warga.

Metode analisa menggunakan formula Spearman rho untuk mengukur korelasi antar variabel dan faktor demografi.

Berita Terkait

Baca Juga