Berselisih Soal Karantina Wilayah, Brazil Ancam Keluar dari Negara Anggota WHO

Berselisih Soal Karantina Wilayah Brazil Ancam Keluar dari Negara Anggota WHO Ilustrasi - Pekerja membuat liang kubur menyusul kenaikan jumlah korban COVID-19 di pemakaman Vila Formosa, Brazil, Kamis (2/4/2020). Foto: Antara/REUTERS/Amanda Perobelli

Covesia.com - Brazil mengancam menarik diri keluar dari keanggotaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pernyataan itu dilontarkan Presiden Jair Bolsonaro setelah badan kesehatan di PBB itu memperingatkan risiko mencabut karantina wilayah . 

Catatan tertinggi baru di Brazil atas kematian pasien Covid-19 sudah melewati Italia pada Kamis malam.  

Sementara, Bolsonaro terus berargumen untuk mencabut secepatnya perintah isolasi negara bagian. 

Halaman depan koran Brazil Folha de S. Paulo menggarisbawahi bahwa hanya dalam tempo 100 hari sejak Bolsonaro menggambarkan virus corona sebagai "flu sepele" itu kini telah "membunuh satu orang Brazil per menit".

"Ketika Anda membaca (koran) ini, orang Brazil lain meninggal akibat virus corona," kata koran itu, seperti dilansir Antara, Sabtu (6/6/2020) yang dikutip dari Reuters.

Kementerian Kesehatan Brazil melaporkan Kamis malam bahwa kasus terkonfirmasi di negeri itu melonjak melewati 600.000 dan 1.437 kematian tercatat dalam 24 jam. 

Dengan lebih dari 34.000 nyawa melayang, pandemi itu membunuh lebih banyak orang di Brazil daripada negara mana pun di luar Amerika Serikat dan Inggris.

Sementara, juru bicara WHO Margaret Harris berpendapat kriteria kunci mencabut karantina wilayah adalah penularan yang melambat.

"Epidemi, wabah, di Amerika Latin sungguh memprihatinkan," katanya dalam konferensi pers di Jenewa. Dia mengatakan di antara enam kriteria terpenting untuk melonggarkan karantina, "salah satunya adalah secara ideal penularan mengalami penurunan."

Sumber: Antara/Reuters

Berita Terkait

Baca Juga