IPMM: Kitab Injil Bahasa Minang Timbulkan Keresahan

IPMM Kitab Injil Bahasa Minang Timbulkan Keresahan Handika Rahmat

Covesia.com - Ketua Umum Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Minang (IPMM) Bogor, Handika Ramat angkat bicara terkait Kitab Suci Injil yang menggunakan bahasa Minang di platform playstore.

Menurut Handika, Kitab Injil berbahasa Minang dalam bentuk digital itu menimbulkan keresahan tersendiri bagi masyarakat Minangkabau.

Hal itu sebagaimana dengan falsafah Minang "Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah", artinya falsafah tersebut menggambarkan bahwa masyarakat Minangkabau berpegangan pada ajaran Islam. Jadi pihaknya menganggap adanya aplikasi Kitab Suci Injil berbahasa Minang itu sia-sia dan bertentangan dengan norma adat yang ada.

"Maka itu perlu perhatian penuh agar tidak menimbulkan konflik di masa yang akan datang," ujar Handika saat dihubungi covesia.com pada Jumat (5/6/2020).

Sebenarnya, kata Handika, permasalahan ini pernah terjadi beberapa tahun lalu dan sudah diselesaikan dengan aman. Namun, saat ini sangat disayangkan masalah ini muncul kembali dan juga sekarang ditengah masa perjuangan melawan virus corona.

"Kami berharap permasalahan ini tidak terulangi lagi dimasa mendatang yang dapat membuat kegaduahan di tengah masyarakat," ucap Mahasiswa Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan IPB tersebut.

Kata Handika, Aliansi Mahasiswa Minangkabau Jabodetabek juga mengapresiasi penuh kepada Gubernur Sumatera Barat dan Menkominfo atas dihapusnya aplikasi Kitab Suci Injil yang menggunakan bahasa Minang di platform playstore.

Sebab, kalau tidak ini akan menimbulkan pro-kontra dalam masyarakat.

(pri)

Berita Terkait

Baca Juga