Begini Aturan Perjalanan Orang ke Luar Mentawai dan Antar Pulau

Begini Aturan Perjalanan Orang ke Luar Mentawai dan Antar Pulau Ilustrasi (Antara)

Covesia.com - Aturan Perjalanan Orang ke luar Kepulauan Mentawai dan Antar Pulau Mentawai mengalami perubahan demi mencegah penyebaran pandemi Covid 19 di era new normal.

Perubahan tersebut berdasarkan surat edaran terbaru Bupati Kepulauan Mentawai, Selasa (7/7/2020) terkait kriteria dan persyaratan perjalanan orang pada masa adaptasi tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19.

"Pada edaran baru tersebut tetap mewajibkan setiap pelaku perjalanan menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Kebijakan  atau aturan perjalanan orang dalam edaran tersebut mulai berlaku senin (13/7/2020)," ujar Serieli BW, Jubir Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Mentawai, Rabu (8/7/2020).

Sementara syarat perjalanan orang ke luar wilayah Mentawai melalui jalur laut dan udara, diantaranya, menunjukkan identitas diri (KTP) atau tanda pengenal lainnya yang sah, memiliki surat keterangan hasil pemeriksaan RT PCR dengan hasil negatif atau surat keterangan rapid tes dengan hasil non reaktif yang berlaku 14 hari saat keberangkatan.

Untuk wilayah Mentawai, surat keterangan RT PCR diterbitkan dokter setelah keluarnya hasil pemeriksaan laboratorium yang ditunjuk pemerintah. Surat keterangan dapat diperoleh dari dokter di RSUD Mentawai, Puskesmas Mapaddegat, Puskesmas Sioban, Puskesmas Sikakap, Puskesmas Muara Siberut, dan Puskesmas Muara Sikabaluan.

Sementara itu, terkait pemeriksaan dengan rapid tes antibodi hanya diberikan kepada orang dengan alasan perjalanan tidak direncanakan dan karena ada hal mendesak, diantaranya, terdapat keluarga inti meninggal dunia berdasarkan keterangan dari kepala desa setempat, terdapat keluarga inti yang sakit keras berdasarkan keterangan dari Rumah Sakit atau fasilitas kesehatan atau Kepala desa.

Selanjutnya, persyaratan perjalanan orang antar pulau melalui jalur laut di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai diantaranya, menunjukkan KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah, memiliki surat keterangan RT PCR negatif atau surat keterangan rapid tes antibodi non reaktif yang berlaku 14 hari saat keberangkatan, atau surat keterangan bebas gejala Covid19 seperti influenza, demam, batuk, pilek, yang diterbitkan dokter Puskesmas atau pada posko pemeriksaan kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

"Selain itu, sesuai surat edaran Menteri Kesehatan , batasan tarif tertinggi rapid test antibodi sebesar Rp, 150.000 bagi masyarakat yang mengajukan rapid tes atas permintaan sendiri," pungkasnya.

(ksr)

Berita Terkait

Baca Juga