Disdik Sumbar: Silakan Laporkan Pihak yang Terindikasi Gunakan SKD Palsu di PPDB

Disdik Sumbar Silakan Laporkan Pihak yang Terindikasi Gunakan SKD Palsu di PPDB Kadis Pendidikan Sumbar, Adib Alfikri. Foto: Covesia/ Laila Marni

Covesia.com - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Adib Alfikri, mempersilakan masyarakat melaporkan pihak yang terindikasi menggunakan Surat Keterangan Domisili (SKD) dalam pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), ke kepolisian.

"Bagi pihak-pihak yang merasa dirugikan, silahkan proses secara hukum," ujarnya saat dihubungi Covesia via telepon, Jumat (10/7/2020).

Baca: Ombudsman Temukan Indikasi Pemalsuan SKD dalam PPDB

Dia mengatakan, Disdik Sumbar telah membuat tahapan dalam proses seleksi PPDB Sumbar 2020. Disdik Sumbar, terang Adib, bukanlah pihak yang berwenang menyatakan sebuah dokumen legal atau tidak. 

"Soalnya, ada cap Lurah, ada cap Camat di situ (SKD tersebut). Kami justru mendukung. Nanti jika terbukti ada pemalsuan data, nanti kita tinggal cabut anaknya sekolah di sana," jelasnya.

Kata Adib, hasil seleksi PPDB Sumbar jenjang SMA dan SMK jalur zonasi tahap 1 yang telah diumumkan pada Kamis (9/7/2020) malam tidak mungkin untuk dibatalkan. Hal ini dikarenakan permasalahan terkait SKD masih merupakan indikasi pemalsuan.

"Bagaimana kami akan membatalkannya. Benar atau tidaknya belum jelas lagi. Proseslah dulu secara hukum. Soalnya yang mengeluarkan SKD itu pemerintah, Camat, Lurah," imbuhnya.

Oleh karena itu, pihaknya menyayangkan adanya masyarakat yang komplain ke Disdik Sumbar terkait indikasi SKD palsu tersebut. 

"Seharusnya, bukan ke sini demonya. Ke Camat, ke Lurahlah. Kan mereka yang mengeluarkan," sebutnya.

Meski demikian, Adib menambahkan Disdik Sumbar memang telah mendapatkan informasi soal adanya indikasi pihak tertentu yang menggunakan SKD palsu dalam pendaftaran PPDB. 

Oleh karena itu, Disdik Sumbar telah memerintahkan pihak sekolah untuk menurunkan tim validasi dan verifikasi. Tim tersebut telah mengunjungi rumah calon peserta didik. 

"Tapi, ketika kami sampai ke rumah tersebut, orang itu malah bersumpah-sumpah bahwa dia benar-benar tinggal di situ. Soalnya ada pengakuan dari Lurah dan Camat," contohnya.

Tim validasi dan verifikasi itu sudah diturunkan beberapa hari yang lalu hingga hasil seleksi PPDB diumumkan.

(hms.sumbar/ fkh/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga