Bejat, Seorang Ayah di Labuan Bajau Mentawai Gauli Anak Kandung Hingga Hamil 2 Bulan

Bejat Seorang Ayah di Labuan Bajau Mentawai Gauli Anak Kandung Hingga Hamil 2 Bulan Ilustrasi - pixabay

Covesia.com - Tindakan bejat seorang ayah kandung inisial K (36) diduga tega menghamili anak kandungnya sendiri NK (17) di Dusun Labuan Bajau, Desa Sigapokna, Kecamatan Siberut Barat, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Saat dikonfirmasi Reporter Covesia, Kapolsek Sikabaluan Iptu Jennedi mengatakan bahwa ia mendapatkan informasi dari Ketua Pemuda, David, pada Sabtu malam (11/7/2020) sekira pukul 00.00 WIB.

Baca juga: Seorang Warga Mentawai Dibekuk Polisi Gegara Dugaan Pencabulan

Melalui telepon, David mengabarkan bahwa ada seorang ayah yang telah menghamili anaknya dan massa sudah resah dan sudah berkumpul.

Saat itu, Iptu Jennedi meminta massa ditenangkan terlebih dahulu dan menyampaikan bahwa anggotanya akan ke sana keesokan harinya.

"Ketika anggota tiba di sana, saksi di sana dan Bidan Pustu mengatakan bahwa anak tersebut telah hamil sekira dua bulan. Setelah NK diinterogasi, ia mengaku pelakunya adalah ayah kandungnya sendiri," ungkap Iptu Jennedi via telepon kepada Covesia, Selasa (14/7/2020).

Baca: Minum Racun, Korban Pencabulan Mantan Pendeta di Mentawai Meninggal Dunia

Selanjutnya, anak dan si ayah dibawa ke Polsek Sikabaluan. Sementara si anak dititipkan di Rumah Bhayangkari sementara waktu. 

Iptu Jennedi menjelaskan kronologis kejadian; menurut pengakuan korban, peristiwa itu berawal pada tahun 2019 di Palembang saat NK dibawa oleh ayahnya. 

Berdasarkan keterangan si ayah dan saksi-saksi, dulu pelaku K meninggalkan istrinya saat anaknya NK masih dalam kandungan.

Baca juga: Turis Amerika Diduga Aniaya Seorang Anak di Bawah Umur di Mentawai

"Lalu dia kembali dan mencari istrinya. Istrinya sendiri sudah tidak ada lagi di kampung, sedangkan anak yang ditinggalkan saat istrinya hamil (NK) dibesarkan oleh orang lain," kata Iptu Jennedi.

Kemudian, satu minggu di Labuan Bajau, NK dibawa ke Palembang ke tempat istri baru K. 

"Kejadian tersebut bermula dalam rentang waktu selama mereka dua minggu di sana," ungkapnya. 

Selanjutnya, K membawa NK bersama istri baru dan anak-anaknya yang di Palembang ke Labuan Bajau. 

Baca juga: Sejumlah Kelompok Masyarakat Mentawai Gelar Aksi Solidaritas Terhadap Kasus Kekerasan Seksual

Tindakan yang dilakukan K kepada NK terus berulang hingga 2020, hingga kahirnya NK dalam kondisi hamil.

"Kasus ini akan kita usut. Rencananya besok pelaku dan korban akan kita bawa ke Tuapejat. Anehnya, korban mengaku bukan diperkosa, namun karena merasa suka sama suka," pungkasnya.

Kontributor: Kornelia Septin Rahayu

Berita Terkait

Baca Juga