Wujudkan Ketahanan Pangan, Satu Desa di Kota Pariaman Manfaatkan Lahan Tidur

Wujudkan Ketahanan Pangan Satu Desa di Kota Pariaman Manfaatkan Lahan Tidur Saat Walikota Pariaman, Genius Umar melakukan penanaman jagung di Desa Kampung Tangah, Kota Pariaman.

Covesia.com - Guna mewujudkan ketahanan pangan dan mengurangi pengangguran, Desa Kampung Tangah, Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) manfaatkan sekitar 6 hektare lahan tidur yang digarap dengan tiga jenis usaha yang dikelola langsung oleh Badan Usahan Milik Desa (BUMDes).

"Kami mengapresiasi terobosan yang dilakukan oleh Kepala Desa Kampung Tangah tersebut, dimana ia berhasil memberdayakan pemuda untuk menggarap lahan tidur," sebut Walikota Pariaman, Genius Umar saat melakukan penanaman jangung di desa tersebut, pada Kamis (30/7/2020).

Lanjut Genius, langkah seperti ini juga sangat efektif dalam pemberdayaan generasi muda, dari pada mereka hanya menghabiskan waktu yang tidak bermanfaat. Dengan dirangkul oleh kepala desa ini mereka sudah memiliki kesibukan yang bermanfaat.

"Biasanya kebanyakan anak muda nongkrong di warung, tetapi saat ini mereka berkumpul di sini dan berdiskusi sehingga muncul ide-ide yang bermanfaat," ucapnya.

Genius menyebutkan, dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan di Kota Pariaman, pemerintahan pusat membantu bibit jagung untuk lahan 200 hektare.

"Untuk saya menghimbau kepada masyarakat agar bisa memanfaatkan lahan tidur, sehingga tidak ada lagi lahan tidur di Kota Pariaman ini. Karena tahun ini kita dapatkan bibit jangung untuk lahan seluas 200 hektare dari pemerintahan pusat," ungkapnya. 

Genius mengatakan, terobosan seperti ini harus dilakukan oleh semua desa yang ada di Kota Pariaman.

"Sekarang baru dua desa yang ada di Kota Pariaman, sedang gencar melakukan terobosan yaitu, desa Kampung Tangah dan Desa Kampung Kadang," katanya. 

Sementara itu, Kepala Desa Kampung Tangah, Pariaman Timur, Fahmi Rasyid menyampaikan, saat ini ada tiga usaha yang dikelola langsung oleh BUMDes Citra Mandiri yaitu ladang jangung, kolam ikan dan ternak sapi.

"Jadi lahan yang kami manfaatkan ini adalah lahan tidur masyarakat dan lahan milik masjid. Dimanfaatkan dengan perjanjian hitam di atas putih," ujarnya.

Awalnya, ide ini muncul melihat banyak lahan yang belum dimanfaatkan di sini maka dengan menggunakan dana desa pihaknya berinisiatif untuk menggarapnya. Setidaknya, ada Rp300 juta yang dialokasikan pada usaha ini.

"Kami alokasikan dana desa dan saat ini sudah memakan anggara Rp200 juta dari Rp300 juta yang disiapkan," katanya.

Untuk ternak sapi, saat ini pihaknya memilik satu kandang dengan 10 ekor sapi, dan sapi ini sudah bisa dimanfaatkan untuk qurban pada tahun ini.

(pri)

Berita Terkait

Baca Juga