Ribuan Pekerja Pabrik di Danang Vietnam di Bawah Ancaman Penyebaran Covid-19

Ribuan Pekerja Pabrik di Danang Vietnam di Bawah Ancaman Penyebaran Covid19 Ilustrasi - pixabay

Covesia.com - Wabah COVID-19 yang dimulai di pusat kota Danang lebih dari sepekan lalu telah menyebar ke setidaknya empat pabrik di kota itu yang secara keseluruhan mempekerjakan sekitar 3.700 orang, kata media pemerintah Vietnam, Senin (3/8/2020).

Empat kasus COVID-19 ditemukan di pabrik yang berlokasi di area industri berbeda di pusat kota yang secara kolektif mempekerjakan 77.000 orang, kata surat kabar Lao Dong.

Vietnam, yang dipuji secara luas atas langkah-langkah tegasnya untuk memerangi COVID-19 sejak pertama kali kasus penyakit itu muncul pada akhir Januari, sedang memerangi gelombang baru virus corona setelah lebih dari tiga bulan tanpa adanya kasus penularan domestik.

Semua kecuali satu dari empat kasus yang dilaporkan media di pabrik-pabrik belum dimasukkan dalam penghitungan kasus COVID-19 di kementerian kesehatan Vietnam.

Vietnam pada Senin melaporkan satu kasus baru COVID-19 yang terkait dengan kota Danang -- sebuah kota pusat pariwisata, yang membuat penghitungan kasus COVID-19 di negara itu menjadi 621, dengan enam kematian.

Wabah baru COVID-19, yang sumbernya tidak jelas, pertama kali dilaporkan pada 25 Juli, dan telah mencapai setidaknya 10 lokasi di Vietnam, termasuk Kota Hanoi dan Ho Chi Minh, dan menginfeksi 174 orang serta menewaskan enam orang.

Menurut surat kabar Lao Dong yang mengutip ketua serikat pekerja dewan manajemen area industri Danang, salah satu dari empat pabrik tempat penularan terjadi telah menghentikan operasi.

Vietnam telah melakukan 52.000 tes untuk virus corona baru dalam tujuh hari terakhir, menurut analisis data resmi Reuters.

Pemerintah kota Danang pada Sabtu mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk melakukan tes COVID-19 kepada seluruh populasi di Danang sebesar 1,1 juta orang, yang merupakan bagian dari "tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya" untuk memerangi wabah tersebut.

Kota Danang memberlakukan penguncian (lockdown) pekan lalu, menutup tempat hiburan dan melarang pergerakan orang untuk masuk dan keluar kota.

Pihak berwenang pada Minggu mengatakan bahwa jenis virus corona baru yang terdeteksi di Danang adalah jenis yang lebih menular.

Pihak berwenang juga menyebutkan bahwa setiap orang yang terinfeksi dapat menginfeksi lima hingga enam orang lainnya, dibandingkan dengan skala penularan pada 1,8 hingga 2,2 pada periode sebelumnya.

Sumber: Antara/Reuters

Berita Terkait

Baca Juga