68 Juta Peserta Didik dari PAUD hingga SMA Terdampak Covid-19

68 Juta Peserta Didik dari PAUD hingga SMA Terdampak Covid19 Siswa SMA mengikuti kegiatan belajar mengajar dalam jaringan (daring) di area persawahan Bassaran, Desa Rante Mario, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Senin (3/8/2020). Foto: Antara/Arnas Padda

Covesia.com - Sebanyak 68 juta peserta didik dari tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah atas (SMA) di Indonesia terdampak akibat pandemi COVID-19. Kondisi itu juga memaksa mereka terpaksa belajar dari rumah. 

Direktur Jenderal PAUD dan Dikdasmen Kemendikbud Jumeri saat diskusi daring di Jakarta, Selasa (4/8/2020) menyebutkan, "secara global terdapat 1,25 miliar peserta didik di dunia yang terdampak, sekitar 5,44 persen berada di Indonesia." 

Dia merincikan, dari jumlah total peserta didik yang terdampak, 10 persen atau 6,87 juta merupakan peserta didik PAUD. Mereka hingga kini masih terus belajar dari rumah.

Kemendikbud juga mencatat, 13 juta orang menjadi pendidik di rumah selama pandemi. Porsi tanggung jawab juga lebih banyak dibebankan ke orang tua 75 persen, dan 25 persen menjadi tanggung jawab guru PAUD. 

Dari sisi pendidik, sebanyak 542 guru PAUD bekerja dari rumah serta sebanyak 203 ribu guru menerapkan kebijakan belajar dari rumah.

Berdasarkan hasil survei Kemendikbud, 10 ribu guru PAUD di Indonesia dan tersebar di 34 provinsi ditemukan bahwa metode belajar dari rumah sekitar 35% lebih merupakan penugasan kepada orang tua.

"Jadi guru PAUD memberikan tugas pada orang tua untuk bisa melakukan pembelajaran kepada putra dan putrinya," katanya.

Selanjutnya, kata dia, sebanyak 19,90% metode pembelajaran didapatkan dari TVRI. 

Dia menambahkan, pendidikan anak usia dini penting untuk diperhatikan dengan baik. Pada periode itu, katanya, orang tua dan guru memiliki kesempatan mengoptimalkan tumbuh kembang anak. (ant/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga