BerandaOlahragaAtlet Lari Olimpiade Tokyo Ini Takut Pulang ke Negara Asalnya, Ternyata Ini...

Atlet Lari Olimpiade Tokyo Ini Takut Pulang ke Negara Asalnya, Ternyata Ini Alasannya!

- Advertisement -

Covesia.com – Atlet lari Olimpiade Tokyo 2020 asal Belarus Krystina Tsimanouskaya merasa takut untuk pulang ke negaranya. Hal itu diketahui setelah Krystina Tsimanouskaya pengunggah pesan tersebut di akun media sosial miliknya

Dikutip Covesia.com dari Suara.com, Rabu (4/8/2021), pelari Olimpiade Tokyo itu mengaku khawatir dengan keselamatannya.Dirinya sedang mencari perlindungan ke Eropa. Setelah menghadapi ancaman dari pejabat di negara asalnya.

“Mereka menjelaskan bahwa sekembalinya saya, saya pasti akan menghadapi sejumlah hukuman,” kata Krystina kepada Associated Press dalam sebuah wawancara.

“Ada juga petunjuk yang disamarkan bahwa ada banyak hal lagi yang menunggu saya.”

Pelari 24 tahun itu mengatakan, ingin melanjutkan kariernya sebagai atlet. berencana bertanding pada dua Olimpiade mendatang.

“Untuk sekarang ini, saya hanya ingin tiba dengan selamat di Eropa, bertemu dengan orang-orang yang telah membantu saya dan membuat keputusan mengenai apa yang akan dilakukan selanjutnya,” kata Tsimanouskaya.

Polandia memberi Krystina visa kemanusiaan untuk meminta suaka politik. Krystina mendapat ancaman, setelah menuduh ofisial timnya berusaha memaksanya terbang pulang ke Belarus.

Tsimanouskaya mengatakan kepada para pejabat di Tokyo, takut tidak akan selamat di Belarus dari pemerintah Presiden Alexander Lukashenko.

Sebuah kelompok aktivis menyatakan telah membelikan Tsimanouskaya tiket pesawat untuk penerbangan ke Warsawa.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mencuit hari Senin malam bahwa pemerintah Lukashenko berusaha “melakukan tindakan represi transnasional lainnya” dengan memaksa Tsimanouskaya untuk pergi “semata-mata karena ia menjalankan kebebasan berbicara.”

“Tindakan semacam itu melanggar semangat Olimpiade, merupakan penghinaan terhadap hak-hak asasi, dan tidak dapat ditoleransi,” tulis Blinken.

Drama politik itu berkembang setelah Tsimanouskaya mengkritik cara para ofisial menangani para atlet Olimpiade Belarus, memicu kecaman di media pemerintah di negara itu, di mana pemerintah kerap menindak keras kritikus.

Komite Olimpiade Nasional Belarus telah dipimpin selama lebih dari 25 tahun oleh Lukashenko dan putranya, Viktor.

Di akun Instagramnya, Tsimanouskaya mengatakan ia dimasukkan ke tim estafet 4×400 meter negara itu meskipun ia belum pernah bertanding untuk nomor tersebut.

Tim ofisial Belarus membawa Tsimanouskaya ke bandara Tokyo, tetapi ia menolak naik pesawat ke Istanbul dan malah mendekati polisi untuk meminta tolong.

“Saya ditekan, dan mereka berusaha memaksa saya untuk keluar negara ini tanpa persetujuan saya,” kata pelari berusia 24 tahun dalam pesan videonya yang diposting di media sosial.

(Suara.com)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
- Advertisement -
Berita Terkait
Lainnya
- Advertisement -