Dua Bulan Perda AKB Berjalan, 16 Ribu Lebih Warga Sumbar Terima Sanksi Akibat Tak Patuhi Prokes

Dua Bulan Perda AKB Berjalan 16 Ribu Lebih Warga Sumbar Terima Sanksi Akibat Tak Patuhi Prokes Tampak beberapa orang warga mendapat sanksi membersihkan tempat umum akibat melanggar perda no 6 tahun 2020 tentang AKB, beberapa hari yang lalu (Foto: Covesia/Istimewa)

Covesia.com - Perda Nomor 6 Tahun 2020 atau lebih dikenal Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) mulai diberlakukan sejak pertengahan Oktober 2020 lalu di Sumatera Barat (Sumbar). Setidaknya 16 ribu lebih warga Sumbar telah menerima sanksi pelanggaran AKB tersebut, terutama warga yang tidak pakai masker saat ke luar rumah.

"Perda ini sudah diterapkan 2 bulan lebih 5 hari. Sampai Sabtu (12/12/2020) sudah 16. 404 orang masyarakat Sumbar yang terkena sanksi, 32 orang terkena sanksi administrasi," ungkap Kepala satuan Polisi Pamong Praja, Provinsi Sumbar, Dedi Diantolani kepada Covesia, Selasa (15/12/2020).

Lebih lanjut Dedi mengatakan perda AKB sangat efektif dilakukan karena dari 16 ribu yang kena sanksi hanya 32 orang yang melakukan kembali pelanggaran tersebut atau terkena sanksi administrasi. 

"Kita mengharapkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melakukan 3 M. Mencuci tangan, Menjaga jarak, dan memakai masker, agar penularan Covid-19 dapat diminimalisir," jelasnya. 

Sanksi paling banyak diberikan berupa sanksi sosial seperti membersihkan jalan. Efek jera di masyarakat lumayan tinggi. Mereka malu dengan sanksi tersebut. Sampai hari ini belum ada yang mendapatkan sanksi pidana. 

Untuk menunjang kegiatan penegak Perda AKB, data ini dapat dipantau oleh aparat terkait di Sumbar. Aparat dapat mengetahui seorang pelanggar sudah berapa kali dikenai sanksi prokes. Pantauan tersebut dapat dilihat dari aplikasi Sistem Informasi Pelanggaran Daerah (Sipelda).

Di akhir ia mengatakan dengan penerapan perda ini secara konsisten dapat menyadarkan masyarakat akan pola hidup baru dan mematuhi protokol kesehatan.

(ila/don)

Berita Terkait

Baca Juga