Apa Rahasia Zulhefi Bisa Bawa Ribuan Beasiswa ke Agam?

Apa Rahasia Zulhefi Bisa Bawa Ribuan Beasiswa ke Agam

Oleh: Fauza Umra

Sekretaris Tunas Muda Marapi Saiyo (TMMS)


Covesia.com - Sejak tahun 2018 hingga 2021, tercatat sudah lebih dari 3000 pelajar di Kabupaten Agam menerima beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP). Mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi. 

Jumlah tersebut terbilang sangat besar, karena beasiswa tersebut diluar jatah yang diterima sekolah. Tentu muncul pertanyaan, kenapa Agam terutama daerah Agam timur bisa mendapatkan jatah beasiswa lebih banyak jumlahnya. 

Jawabannya adalah kerja keras Zulhefi, anggota DPRD Agam periode 2019-2024 dari partai Gerindra. Dengan jaringan yang dia punya di DPR RI, Zulhefi setiap tahun mampu membawa ratusan hingga ribuan beasiswa PIP ke Agam. 

Tidak semua anggota DPRD di Sumbar mampu membawa beasiswa tersebut, mungkin Zulhefi satu-satu nya yang mampu membawa sebanyak itu. Bahkan anggota DPR RI dari Dapil Sumbar pun belum tentu bisa membagikan “jatah” beasiswa itu. Karena beasiswa PIP merupakan program yang banyak diperuntukkan bagi anggota Komisi X DPR RI, sebagai pihak yang bermitra dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Beasiswa PIP tersebut juga tidak bisa tiba-tiba datang, harus dilakukan upaya untuk meraihnya. Seperti yang dijelaskan salah seorang kepala sekolah, rata-rata tiap tahun siswa mereka hanya mendapatkan 10 beasiswa, tapi dengan PIP yang diusulkan Zulhefi bisa mencapai puluhan, bahkan mencapai 100 siswa lebih.

“Dijuluak baru ka jatuah,” kata Kepala Sekolah SD 29 Koto Hilalang dalam acara penyerahan beasiswa beberapa waktu lalu.

Dari keterangan Zulhefi, ternyata program PIP yang dia dapatkan tidak semua berasal dari anggota DPR RI fraksi gerindra. Ada yang dari fraksi Golkar, Demokrat dan partai lainnya. Keterangan itu menunjukkan kalau kemampuan atau jaringan Zulhefi tidak terbatas dilingkungan partai Gerindra, tapi lintas partai.

Menurut Zulhefi, rahasianya adalah saat menjadi jurnalis di Senayan dia mampu menjalin komunikasi yang baik dengan anggota DPR RI, tidak terbatas dengan partai apapun. Meski telah meninggalkan Senayan sejak 2019, Zulhefi tetap mampu menjalin komunikasi hingga sekarang. Dengan begitu, dia bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat Agam saat menjadi wakil rakyat.

Dengan beasiswa tersebut, tentu masyarakat sangat terbantu, apalagi tiga tahun terakhir pandemi Covid 19 telah menghancurkan tatanan ekonomi.  Seperti yang dirasakan Nesrizal tahun 2020 lalu, anak buruh bangunan tersebut dapat kembali tersenyum karena memperoleh beasiswa KIP yang diperjuangkan Zulhefi, tahun Yudha Ananda Putra juga mendapatkan manfaatnya dan dapat melanjutkan studi di Unand.

Pada 2018, ada pihak yang sinis dengan penyerahan beasiswa tersebut, karena berpransangka itu hanya situasional menjelang Pemilu 2019. Tapi hal itu ditepis Zulhefi dengan memberikan bukti kalau dirinya tetap berjuang meski telah menduduki posisi anggota DPRD Agam dengan raihan suara yang signifikan sebagai pendatang baru.

Sebenarnya tidak hanya beasiswa program yang dibawa Zulhefi dari pusat, ada beberapa program irigasi dan pembangunan gedung sekolah. Itu semua diluar dari anggaran pokok pikirannya sebagai anggota DPRD agam.

Bisa dibilang masyarakat Agam sangat terbantu dengan adanya wakil rakyat seperti Zulhefi. Diharapkan dengan sepak terjang alumni SMA Lambah tersebut dapat menjadi inspirasi bagi wakil rakyat yang lain, berusaha optimal untuk masyarakat yang diwakilinya.

Secara aturan memang DPRD mempunyai tiga fungsi utama yaitu pertama legislasi, berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah, kedua anggaran, kewenangan dalam membahas, menyetujui APBD, dan kegita pengawasan, kewenangan mengontrol pelaksanaan Perda dan kebijakan pemerintah daerah.

Tapi, sebenarnya dengan label sebagai wakil rakyat, tentu ada beban moral yang tinggi bagi setiap anggota DPRD. Karena banyak masyarakat yang menumpangkan harapan, makanya yang bersangkutan diberikan suara saat Pemilu. Hampir setiap Pemilu, kandidat selalu memberikan janji akan memperjuangkan aspirasi, dan memberikan hal terbaik bagi masyarakat.

Apakah anggota DPRD lain bisa seperti yang dilakukan Zulhefi, membawa program nasional ke daerah pemilihannya. Tentu bisa, asal punya tekad dan keinginan untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat, dan tidak malu untuk bertanya.

(*)

Berita Terkait

Baca Juga