- Advertisement -
BerandaOpiniApakah Bank Syariah Pilihan Utama Konsumen?

Apakah Bank Syariah Pilihan Utama Konsumen?

- Advertisement -

Oleh: Hanny Nurlatifah, MM/Direktur Manajemen Inovasi dan Program Universitas Al Azhar Indonesia

Covesia.com – Webinar yang diadakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Al Azhar Indonesia, salah satunya menampilkan Hanny Nurlatifah sebagai salah satu pembicara.

Hanny Nurlatifah merupakan Direktur Manajemen Inovasi dan Program, Universitas Al Azhar Indonesia sekaligus dosen dengan keahlian marketing dengan perspektif Syariah.

Webinar tersebut membahas mengenai Bank dan Keuangan Syariah di Era Digital: Peluang dan Tantangan, yang diselenggarakan pada hari Kamis, 14 Oktober 2021, dan dihadiri oleh kurang lebih 160 orang secara daring yang digelar dari pukul 08.00 hingga 12.15 WIB.

Dalam webinar tersebut, Hanny membahas mengenai perilaku konsumen bank Syariah di Indonesia. Sebagai bank dengan perspektif Syariah, Hanny berpendapat bahwa target pasar perbankan Syariah adalah 86,88 % dari total penduduk Indonesia yakni sebanyak 238,9 juta jiwa penduduk yang mayoritasnya sebanyak 64.7% di antaranya merupakan generasi milenial dan gen Z serta pasca gen Z. Tentunya kondisi ini merupakan peluang untuk tumbuh dan kembangnya perbankan Syariah dengan layanan digital.

Namun demikian, Hanny juga mengingatkan bahwa perilaku konsumen muslim di Indonesia terbagi menjadi empat yaitu Rasionalist, Universalist, Conformist dan Apatist.

Pada perilaku Rasionalist maka konsumen akan mengutamakan apa keuntungan yang diperoleh dari pilihan yang dilakukan. Sementara Universalist menandakan bahwa konsumen mengutamakan nilai-nilai Islam yang universal.

Adapun Conformist, dengan keyakinan yang kuat konsumen selalu meyakni bahwa pilihannya didasarkan kepada Islam. Sementara apathist, menyebabkan konsumen muslim tidak pernah peduli dengan konsekuensi atas pilihan yang dilakukannya.

Hanny kemudian juga menjelaskan bahwa nasabah yang memilih layanan bank Syariah, mayoritasnya masih memilih untuk juga memiliki layanan bank konvensional dan cenderung lebih memilih bank dengan layanan syariah yang induknya masih memiliki layanan bank konvensional.

Dengan kata lain, konsumen masih meyakini reputasi induk bank yang konvensional dalam pemilihan layanan bank Syariah.

Ditengah kehidupan dalam masa pandemi COVID-19 di Indonesia, Hanny berpandangan bahwa tingkat religiusitas masyarakat dalam berbagai aktifitas meningkat.

Untuk itu, Hanny juga menutup pemaparannya bahwa bank Syariah memiliki peluang dan momentum untuk memanfaatkan peningkatan tingkat religiusitas masyarakat dengan terus memberikan penjelasan mengenai produk yang dapat disediakan oleh bank Syariah kepada masyarakat.

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
- Advertisement -
Berita Terkait
Lainnya
- Advertisement -