Jonatan Christie Ingin jadi Legenda Bulutangkis

Jonatan Christie Ingin jadi Legenda Bulutangkis Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie (Dok: PBSI)

Covesia.com - Pemain bulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, ingin menjadi pemain legenda sama dengan banyak seniornya dari Perkumpulan Bulutangkis (PB) Tangkas yang terlebih dahulu mencatatkan banyak prestasi dikancah internasional.

"Semua atlet pasti ingin terus berprestasi. Begitu juga dengan saya. Saya memang ingin menjadi legenda seperti mereka," kata atlet yang akrab dipanggil Jojo di sela peringatan ke-67 tahun PB Tangkas Intiland di Jakarta, Kamis malam.

Jojo merupakan salah satu andalan PB Tangkas yang saat ini berada di pemusatan latihan di Cipayung. Bahkan, pebulutangkis berusia 21 tahun ini menjadi andalan Indonesia pada berbagai kejuaraan internasional. Prestasi yang diraihpun terus mengalami peningkatan.

Setelah meraih emas pada SEA Games 2017 di Malaysia, Jojo juga merebut medali emas pada Asian Games 2018 di Jakarta dan menjadi pebulutangkis ke 10 PB Tangkas mampu menjadi yang terbaik pada kejuaraan empat tahunan itu. Sebelumnya yang sukses meraih emas adalah pasangan Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky di Bangkok, 1998.

Pebulutangkis yang banyak digandrungi pendukung perempuan ini mengaku terus melakukan latihan untuk menutupi kekurangan selama 2018. Apalagi dirinya tidak menebus BWF World Tour Finals 2018 di Tianhe, Guangzhou, China 12 hingga 16 Desember Tianhe.

"Dengan tidak turun di BWF World Tour Finals, saya banyak waktu untuk memperbaiki diri sebelum menghadapi banyak kejuaraan tahun depan," kata Jojo menjelaskan.

Pada musim tanding 2019, Jojo mengaku akan selektif memilh lokasi pertandingan. Hal tersebut dilalukan agar tidak muncul permasalahan dikemudian hari. Selain itu, apa yang dilakukan agar bisa mengumpulkan banyak poin untuk turun di BWF World Tour Finals 2018 di Tianhe, Guangzhou, China.

Dengan prestasi yang diraih saat ini, Jojo mengaku akan setia dengan tim yang saat ini dibela. Informasi yang berkembang, Jojo memang akan direkrut oleh salah satu tim besar yang ada di Indonesia.

"Hingga saat ini saya tidak berfikir untuk pindah tim. Saya tetap loyal dengan PB Tangkas. Yang jelas saya akan terus berusaha meraih hasil terbaik," kata Jojo menegaskan.

Berikut prestasi besar PB Tangkas Intiland

A. 4 (Empat) Medali Olimpiade

1. Medali emas Olimpiade Atlanta 1996 - Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky

2. Medali perak Olimpiade Sydney 2000 - Hendrawan

3. Medali perak Olimpiade Beijing 2008 - Nova Widianto/Liliyana Natsir

4. Medali perunggu Olimpiade Barcelona 1992 - Hermawan Susanto

B. 10 (Sepuluh) Gelar Juara Dunia

1. 1980 Jakarta - Ade Chandra (ganda putra bersama Christian Hadinata)

2. 1980 Jakarta - Verawaty Fadjrin (tunggal putri)

3. 1983 Kopenhagen - Icuk Sugiarto (tunggal putra)

4. 1993 Birmingham - Joko Suprianto (tunggal putra)

5. 1993 Birmingham - Ricky Soebagdja (ganda putra bersama Gunawan)

6. 1995 Lausanne - Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky (ganda putra)

7. 2001 Sevilla - Hendrawan (tunggal putra)

8. 2005 Anaheim, AS - Nova Widianto/Liliyana Natsir (ganda campuran)

9. 2007 Kuala Lumpur - Nova Widianto/Liliyana Natsir (ganda campuran)

10. 2013 Guangzhou - Liliyana Natsir (ganda campuran bersama Tontowi Ahmad)

C. 9 (Sembilan) Juara All England

1. 1972 - Ade Chandra (ganda putra bersama Christian Hadinata)

2. 1973 - Ade Chandra (ganda putra bersama Christian Hadinata)

3. 1979 - Verawaty Fadjrin (ganda putri bersama Imelda Wigoena)

4. 1995 - Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky (ganda putra)

5. 1996 - Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky (ganda putra)

6. 2012 - Liliyana Natsir (ganda campuran bersama Tontowi Ahmad)

7. 2013 - Liliyana Natsir (ganda campuran bersama Tontowi Ahmad)

8. 2017 - Marcus Fernaldi Gideon (ganda putra bersama Kevin Sanjaya Sukamuljo)

9. 2018 - Marcus Fernaldi Gideon (ganda putra bersama Kevin Sanjaya Sukamuljo)

D. 10 (Sepuluh) Medali Emas Asian Games

1. 1974 Teheran - Regina Masli (ganda campuran bersama Christian Hadinata)

2. 1978 Bangkok - Ade Chandra (beregu putra)

3. 1978 Bangkok - Ade Chandra (ganda putra bersama Christian Hadinata)

4. 1978 Bangkok - Verawaty Fadjrin (ganda putri bersama Imelda Wigoena)

5. 1982 New Delhi - Icuk Sugiarto (ganda putra bersama Christian Hadinata)

6. 1994 Hiroshima - Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky (beregu putra)

7. 1994 Hiroshima - Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky (ganda putra)

8. 1998 Bangkok - Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky (beregu putra)

9. 1998 Bangkok - Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky (ganda putra)

10. 2018 Jakarta - Jonatan Christie (tunggal putra)

(ant/dnq)

Baca juga: Jonatan Christie Akhiri Puasa 12 Tahun Medali Emas Tunggal Putra Indonesia di Asian Games 2018

Berita Terkait

Baca Juga