Rossi: Yamaha Harus Kerja, Kerja dan Kerja jika Ingin Bersaing di 2019

Rossi Yamaha Harus Kerja Kerja dan Kerja jika Ingin Bersaing di 2019 Valentino Rossi (Dok: Yamaha)

Covesia.com - Pebalap Yamaha Factory Racing, Valentino Rossi mengatakan bahwa Yamaha masih memiliki banyak pekerjaan rumah dalam pengembangan motor 2019 setelah menyelesaikan dua tes pramusim di Valencia dan Jerez.

Bagi sang juara dunia sembilan kali itu, untuk memilih mesin yang akan digunakan musim depan adalah hal yang mudah, tapi Yamaha perlu sesuatu hal ekstra jika mereka ingin menyaingi Honda, Ducati dan Suzuki di balapan MotoGP 2019.

"Saya harap Yamaha meneruskan pekerjaannya dan menghasilkan sesuatu yang lebih baik pada Februari," ujar Rossi dikutip laman MotoGP, Sabtu (01/11/2018).

Rossi dan rekan satu timnya, Maverick Vinales telah menguji dua spesifikasi mesin Yamaha YZR-M1 2019.

"Saya kira dari mesin yang kami coba pada beberapa hari ini sangat mudah untuk menentukan pilihan," terang Rossi.

Rossi pun mengatakan mesin yang mereka uji lumayan bagus setelah Maverick tampil bagus dan punya kecepatan yang bagus ketika tes. Tapi itu belum cukup untuk bersaing di 2019.

"Kami harus bekerja di semua area. Kami masih kesulitan (menemukan pengaturan yang pas) untuk saya. Dua tes ini tidak terlalu jelek, khususnya yang terakhir ini, tapi kami harus terus bekerja,"  kata The Doctor.

Rossi mengakhiri tes di Jerez dengan finis P11 dengan selisih 0,651 detik dari Takaaki Nakagami (LCR Honda Idemitsu) sebagai pebalap tercepat.

Sedangkan Vinales memiliki catatan waktu lebih baik di P4, selisih 0,121 dari Nakagami di puncak.

"Sejauh ini kami punya ritme bagus. Kami telah bekerja banyak menggunakan ban bekas dan saya cukup senang karena ketika saya mencoba memaksa (motor) di satu lap, motor merespon dengan baik," kata Vinales.

"Saya tahu kami bisa memperbaiki sasis cukup banyak, tapi saat ini kami sedang fokus banyak di mesin," terangnya.

Kedua pebalap tampak sependapat tentang mesin mana yang akan mereka pakai, sementara Rossi belum puas dengan performa motor secara umum.

Hal yang paling penting adalah menemukan basisnya dan di Malaysia kami harus memperbaiki kecepatan puncak, yang akan sangat berperan penting di lintasan panjang. Kami membutuhkan traksi, ini adalah kelemahan kami. Tapi secara umum saya kira kami memiliki motor yang sangat kompetitif," kata Vinales.

Memasuki masa istirahat musim dingin, pabrikan asal Iwata itu masih memiliki daftar panjang untuk pengembangan motornya sebelum melanjutkan tes pramusim di Sepang, Malaysia pada Februari.

Luca Cadalora telah menjadi pelatih Rossi sejak awal musim 2016 tapi karena alasan pribadi Cadalora memutuskan mundur dari perannya.

Pebalap Italia berusia 39 tahun itu belum menentukan siapa pengganti Cadalora. Ada kemungkinan Idalio Gavira, saat ini sebagai pelatih pebalap di SKY Racing Team VR46, yang akan menggantikan posisi Cadalora.

(ant/dnq)

Berita Terkait

Baca Juga