Prestasi Kontingen Pasaman di Porprov XV Terpuruk, ini Kata KONI

Prestasi Kontingen Pasaman di Porprov XV Terpuruk ini Kata KONI Doc. Porprov XV Sumbar

Covesia.com - Pengurus Komite Olah Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pasaman, akhirnya buka suara atas terpuruknya prestasi atlet kontingen daerah setempat usia berlaga Porprov XV Sumbar 2018 kemarin.

Bidang Bina Prestasi Koni Kabupaten Pasaman, Indral ketika diwawancarai oleh Covesia.com, Sabtu (1/12/18) mengatakan minimnya pembinaan atlet dan tidak didukung oleh sarana serta prasarana memadai penyebab atlet kontingen Pasaman tidak mampu bersaing di lapangan.

"Tidak apa-apa kondisi internal atlet Pasaman ini disampaikan agar menjadi perhatian bersama dari semua pihak untuk perbaikan kita kedepannya. Pertama, minimnya perhatian pemerintah terhadap pembinaan atlet. Permasalahan ini sangat krusial sekali. Sebab tidak mungkin atlet bisa bertanding maksimal jika tidak ditopang oleh pembinaan yang ekstra dan matang," terang Indral.

Kemudian kata Indral, kurangnya sarana dan prasarana seperti lapangan, maupun alat bermain atlet juga faktor penyebab melorotnya prestasi kontingen Pasaman.

"Kita akui sarana dan prasarana atlet sangat tidak memadai seperti tidak adanya lapangan Cabor Volly pasir, venue Panjat tebing tidak ada, arena Balap motor, paralayang, aero sport, kolam renang, velodrome, dan sepatu roda. Selanjutnya lapangan basket yang sebelumnya berada di komplek ruko tidak layak pakai, dan lapangan menembak," tutur Indral.

Tidak hanya itu, Husnul juga pengurus KONI setempat menilai minimnya pelatih yang mumpuni di masing-masing Cabang Olahraga (Cabor) juga ikut memperburuk kualitas atlet.

"Benar. Dari keseluruhannya, hanya sekitar 50 persen pelatih yang sesuai dengan bidangnya di cabor terkait. Ada juga pelatih yang merangkap pengurus cabor," terang Husnul.

Kemudian Husnul juga menilai, kurangnya try out atau uji tanding ke daerah lain juga sangat mempengaruhi mental atlet saat bertemu lawan di arena Porprov.

"Memang Pemkab Pasaman menganggarkan sekitar Rp2,6 Milyar untuk operasional Porprov tersebut. Namun jumlah itu tidak memadai untuk memenuhi seluruh biaya atlet. Akhirnya berimbas pada kegiatan Training Center (TC) terkesan asal terlaksana dan tidak maksimal. Kemudian Pra Porprov hanya diikuti beberapa cabor saja. Kita harap ini semua dibenahi untuk kebaikan kita bersama," tukasnya.

Perolehan medali kontingen Kabupaten Pasaman pada perhelatan Porprov XV kali ini, hanya mampu meraih 13 medali emas, 17 medali perak dan 22 medali perunggu dari 27 cabang olahraga yang diikuti. Dengan hasil itu hanya berada diurutan ke-17 dari 19 kabupaten/kota peserta.

(eri)

Berita Terkait

Baca Juga