Dicap Pengkianat, Andik dan Evan Dimas Buka Suara

Dicap Pengkianat Andik dan Evan Dimas Buka Suara Evan Dimas (kanan) saat mengangkat Tropi Liga 1 2017 bersama Bhayangkara FC (Dok: Bhayangkara FC)

Covesia.com - Andik Vermansah dan Evan Dimas angkat bicara soal cap pengkhianat karena tak gabung Persebaya Surabaya. Mereka ingin meluruskan fakta yang ada. Apa kata keduanya?

Evan dan Andik memutuskan tak lanjut di Liga Super Malaysia tahun ini dan memutuskan kembali ke Indonesia untuk main di Liga 1 2019. Awalnya kedua pemain itu kencang dikait-kaitkan dengan Persebaya yang merupakan klub kota kelahiran mereka.

Tapi, hal itu urung terjadi karena beberapa alasan sehingga menjadi perdebatan di media sosial. Mereka bahkan dianggap pengkhianat karena tidak loyal dengan Persebaya dan malah memilih gabung klub lain. Andik bergabung Madura United dan Evan memilih bergabung dengan Barito Putera. 

Muly Munial selaku agen Evan dan Andik menyebut keduanya gagal bergabung dengan Persebaya bukan semata-mata karena uang atau nilai kontrak.

"Banyak tawaran yang datang kepada mereka berdua. Kalau Evan ada tawaran di Thailand dan Malaysia, sedangkan Andik juga ada yang nawar dengan nilai fantastis. Tapi mereka berdua lebih memilih Persebaya di tahun 2019," kata Muly saat memberikan klarifikasi kepada Bonek di salah satu rumah makan di kawasan Gubeng, Jumat (11/1/2019).

Dikutip detik.com di Jakarta, Muly memaparkan sebenarnya Evan dan Andik sudah beberapa kali dihubungi oleh pihak manajemen Persebaya secara langsung yang membuatnya kecewa sebagai agen. Kenapa? 

"Mereka mengaku sudah dikontak langsung oleh pihak manajemen. Sebenarnya saya sedikit kecewa dengan manajemen Persebaya yang mengontak langsung mereka tidak memelalui agennya. Namun, demi kebaikan mereka dan keinginan mereka bergabung Persebaya tidak apa-apa lah," sambung Muly.

Tapi faktanya meski keduanya sudah memberikan waktu tiga pekan untuk Persebaya membahas nilai kontrak, tapi tak ada balasan dari pihak klub yang membuat nasib mereka tidak jelas.

"Kami sudah melakukan pertemuan. Namun selama tiga minggu awal tidak ada kejelasan dan kontak pun tidak ada. Jadi buat kami itu tidak berjodoh," paparnya.

Sementara itu, Andik mengakui sedikit kecewa dengan pemberitaan di media sosial yang menudingnya tidak loyal dengan Persebaya. Tak hanya itu, Andik juga menyampaikan jika dalam salah satu klausul kontraknya dengan Madura United, dia meminta tidak dimainkan saat laga dengan Persebaya. 

"Saya sedikit risih dengan tudingan di media sosial yang mengatakan saya tidak loyal. Padahal niat saya kembali dari Malaysia ingin sekali bergabung dengan Persebaya. Bahkan jika diizinkan saya ingin bergabung di Persebaya dan pensiun di sini," ujar Andik. 

"Saya juga sempat meminta izin dengan Pak Haruna. Jika saat bertanding lawan Persebaya saya tidak ingin dimainkan. Saya tidak ingin bertanding, saat tidak mengenakan kostum Persebaya dengan disaksikan ribuan bonek. Saya lebih bahagia berkostum timnas dilihat oleh ribuan bonek," sambungnya Andik.

Berbeda dengan Andik, Evan mengaku lebih banyak menjalin komunikasi dengan manajemen klub, namun tak pernah menemui kata sepakat. Padahal Evan mendampahkan bermain untuk Persebaya setelah sempat berkiprah di luar negeri.

"Saya lakukan pertemuan empat sampai lima kali, tapi dari semuanya tidak ada kesepakatan. Akhirnya saya bilang ke Pak Muly dan dia bilang sudah ini ada tawaran, akhirnya saya ke Barito," ujar Evan.

"Saya ingin bermain di rumah sendiri dulu. Kalau saya bisa kembali kenapa tidak. Bagaimana pun Persebaya adalah klub yang saya impikan sejak kecil," lanjutnya.

Terakhir, Evan dan Adik berharap bisa tetap menjaga hubungan baik dengan suporter Persebaya meski sudah berbeda klub. Dalam pertemuan selama dua jam tersebut, Bonek, Evan dan Andik pun bernyanyi 'song for pride' untuk rasa kebanggaan mereka terhadap Persebaya.

(dtc/dnq)

Baca juga: Diisukan Kembali Merumput Bersama Persebaya, Evan Dimas: Saya Belum Tahu

Baca juga: Evan Dimas Resmi Berkostum Barito Putera Musim Depan

Berita Terkait

Baca Juga