Selaju Sampan Piala Kapolda Sumbar 2019 Ditabuh

Selaju Sampan Piala Kapolda Sumbar 2019 Ditabuh Sebanyak 117 tim ikuti kejuaraan Selaju Sampan Dayuang Palinggam Piala Kapolda Sumbar 2019, di kawasan Sungai Batang Arau, Seberang Palinggam, kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Rabu (20/2/2019).Foto: Covesia/ Primadoni

Covesia.com - Sebanyak 117 tim ikuti kejuaraan Selaju Sampan Dayuang Palinggam Piala Kapolda Sumbar 2019, di kawasan Sungai Batang Arau, Seberang Palinggam, kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Rabu (20/2/2019).

Ketua Pelaksana Selaju Sampan Dayuang Palinggam Piala Kapolda Sumbar 2019, Novermal Yuska, dalam sambutannya mengatakan, kejuaraan ini bertujuan untuk melestarikan olahraga tradisional selaju sampan. Selain itu juga bertujuan untuk mendorong masyarakat hidup bersih dan tidak lagi membuang sampah ke sungai.

"Selaju sampan ini mambangkik batang tarandam, karena sudah lama tidak dilombakan. Dengan Piala Kapolda ini merupakan kecintaan pak kapolda terhadap kampung halamannya. Beliau adalah sumandonya rang Seberang Palinggam," sebut Novermal. 

Dilanjutkan Novermal, kejuaraan ini murni disponsori oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal, dengan hadiah total Rp100 juta. Sedangkan tim dayung yang ikut serta sebanyak 117 tim, rinciannya 21 tim dayung polisi dan 96 tim umum.


Sementara itu, pada sambutannya saat pembukaan, Kapolda Sumbar, Irjen Pol Fakhrizal menyebutkan, kejuaraan Selaju Sampan Dayuang Palinggam ini guna untuk meningkatkan prestasi olahraga dayung, juga bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi, dan semangat gotong royong masyarakat dalam melestarikan budaya lokal dan melestarikan sungai Batang Arau.

“Jadi, pada hakekatnya kejuaraan ini tidak hanya sekedar mengejar prestasi, tetapi juga merupakan bagian dari upaya menumbuhkan daya cegah dan daya tangkal terhadap kejahatan, maka peranan olahraga menjadi sangat penting dan strategis,” sebut Kapolda.

Fakhrizal menyampaikan, pelaku olahraga harus bisa menjadi agen, motivator dan juga contoh bagi masyarakat dalam rangka membangun masyarakat yang patuh hukum, melalui sikap kedisplinan, sopan santun dan etika seorang olahragawan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda menjelaskan, kejuaraan selaju sampan dayuang Palinggam merupakan legenda selaju sampan di Ranah Minang sejak zaman Belanda. Sebab itu ia akan programkan kejuaraan ini sebagai agenda tahunan, sehingga selaju sampan dayuang Palinggam menjadi populer kembali di Sumbar. 

"Kepada Panitia, masyarakat Palinggam dan Seberang Palinggam, saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi, atas dukungan dan bantuan dalam mensukseskan kejuaraan ini," ungkap Fakhrizal.

Lebih lanjut Kapolda menyampaikan, kepada para pedayung, agar bermain dengan menjunjung tinggi jiwa sportivitas dan tunjukkan yang terbaik. 

“Kepada para dewan juri, manajer dan pelatih agar melaksanakan kejuaraan ini dengan jujur, disiplin dan bertanggung jawab, penuh sportifitas,” tegas Kapolda.

(don)

Berita Terkait

Baca Juga