Guardiola: Karir Saya Dianggap Sukses Jika Mampu Persembahkan Gelar Liga Champions

Guardiola Karir Saya Dianggap Sukses Jika Mampu Persembahkan Gelar Liga Champions Pep Guardiola (Dok: City)

Covesia.com -  Pep Guardiola menyebut kariernya di Manchester City kemungkinan akan dinilai berdasarkan apakah ia sukses di Liga Champions atau tidak.

Pelatih City tersebut menetapkan target yang tinggi untuk dirinya sendiri setelah sebelumnya memimpin Barcelona dua kali meraih Liga Champions.

Sedangkan karier melatihnya di Bayern Munchen dianggap mengecewakan karena tiga kali hanya menjadi semi-finalis Liga Champions, meski mempersembahkan tiga gelar Bundesliga dan dua Piala Jerman.

Kariernya di City juga cukup cemerlang dengan memenangkan Liga Premier Inggris dan dua kali Piala Liga, tetapi ia menetapkan kompetisi Eropa sebagai barometer apakah ia sukses atau gagal di klub tersebut.

"Saya dinilai (sukses atau tidak) di Munchen dari hasil di Liga Champions sehingga saya akan dinilai seperti itu juga di sini," kata Guardiola kepada Sky Sports seperti yang dikutip Antara, Sabtu (16/3/2019).

"Karier saya di Munchen tidak bagus bagi kebanyakan orang karena kami tidak sekali pun mencapai final (Champions). Kami hanya mencapai semi final, tetapi tidak sampai final."

"Jadi, saya pria yang beruntung. Standar saya tinggi. Saya harus mencapainya," tambahnya.

Komentar tersebut muncul usai Guardiola mengetahui timnya akan menghadapi sesama tim Liga Premier Inggris, Tottenham di perempat final Liga Champions mulai bulan depan.

Ia mengakui penilaian semacam itu adalah harga yang harus dibayar atas kesuksesannya, tetapi ia masih percaya bahwa hal itu tidak adil.

Guardiola telah memenangkan tiga gelar Bundesliga, tetapi gagal memberikan Bayern trofi Liga Champions.

"Ketika Anda berada di posisi kami saat ini, saya tidak banyak mengeluh. Saya cukup yakin penggemar kami mengetahuinya," ujar pelatih berusia 48 tahun tersebut.

"Ketika saya berbicara dengan bos saya, CEO, direktur olahraga, orang-orang di sini tahu dan mereka memuji apa yang telah kami lakukan dalam dua musim terakhir. Pada akhirnya, itu adalah hal terpenting."

"Setelah itu, semua orang bisa menilai apakah kami gagal atau tidak. Bila kami tidak memenangkan Liga Champions, pekerjaan kami selama tiga musim, setiap tiga hari, adalah kegagalan atau bencana. Saya sepenuhnya tidak setuju, tetapi apa yang bisa saya katakan? Terima dan move on."

(ant/dnq)

Berita Terkait

Baca Juga