Kalah Dilaga Kedua, SPFC U16 Hanya Mampu Curi Satu Poin dari Semarang

Kalah Dilaga Kedua SPFC U16 Hanya Mampu Curi Satu Poin dari Semarang Foto: Istimewa

Covesia.com - Tim Semen Padang FC (SPFC) U16 juga harus puas dengan raupan satu poin dalam laga pekan kesembilan lanjutan Elite Pro Academy (EPA) 2019 menghadapi tuan rumah, PSIS Semarang U16, Sabtu (24/8) dan Minggu (25/8).

Satu poin didapat setelah dalam laga kemarin, bermain imbang 0-0, sedangkan dalam laga kedua, siang ini, Minggu (25/8) di Stadion Universitas Diponegoro, Semarang, SPFC U16 harus menyerah dengan skor 3-0.

Gol-gol dari PSIS U16 dicetak oleh Syuhada Putera menit ke-14, Abimanyu Febriano menit ke-39 dan Iqbal Arsya menit ke-51.

Pelatih kepala SPFC U16, Zuchri Imran Putra menyebutkan dalam laga kedua ini seharusnya anak asuhnya mampu bermain baik, sayang beberapa keputusan dari pengadil lapangan membuat mental pemainnya drop.

"Untuk laga kedua ini anak-anak bermain sudah baik dari awal. Tapi beberapa keputusan wasit membuat mental anak-anak kami drop," ujarnya.

"Yang paling mencolok adalah keputusan wasit memberi dua kartu kuning kepada pemain. Harusnya itu adalah kartu merah. Hal itu membuat permainan anak-anak jadi kacau," imbuhnya.

Dalam laga kedua ini sendiri, SPFC U16 sudah bermain dengan sepuluh orang pemain sejak awal laga, akibat kartu merah yang diterima Ridho Darmawan. Kehilangan satu pemain membuat permainan anak-anak SPFC U16 sulit berkembang.

"Kita sulit berkembang, karena beberapa faktor itu tadi. Kartu merah yang diterima pemain kami juga membuat tim menjadi timpang. Seharusnya wasit bisa lebih jeli mengambil keputusan karena banyak yang kontroversial dalam laga pembinaan seperti ini. Tapi kami harus menerima hasil ini," imbuhnya.

Mengenai laga perdana kemarin, Sabtu (24/8) di serie I, pelatih yang akrab disapa Imran ini menyebutkan permainan anak asuhnya cukup bagus sehingga mampu menahan imbang tuan rumah.

"Main pertama anak-anak bisa bermain bagus, mereka mampu menciptakan banyak peluang tapi sayang tidak ada gol tercipta. Kita tetap mengapresiasi anak-anak karena ini adalah pembinaan." tutupnya.

(ynm)

Berita Terkait

Baca Juga