Espargaro Sebut Johann Zarco Tak Layak Gabung Repsol Honda

Espargaro Sebut Johann Zarco Tak Layak Gabung Repsol Honda Johann Zarco (lcr_team)

Covesia.com - Johann Zarco sempat disebut jadi kandidat terkuat pengganti Jorge Lorenzo di Repsol Honda. Tapi Aleix Espargaro menilai Alex Marquez lebih pantas.

Zarco digadang-gadang jadi pengganti Lorenzo yang memutuskan pensiun di akhir musim ini. Sebab ia dalam posisi tak punya tim menuju 2020.

Baca juga: Ungkapkan Perasaan Lorenzo Setelah Resmi Pensiun di MotoGP

Jalan juga diyakini sudah terbuka untuk rider asal Prancis itu setelah ia jadi pebalap pengganti untuk Takaaki Nakagami di LCR Honda. Namun Espargaro menilai Alex Marquez lebih pantas mendapatkan posisi itu sebagai juara dunia Moto2.

"Kalau Honda memutuskan mengambil Alex Marquez, saya rasa itu keputusan yang terbaik. Saya akan melakukan hal yang sama kalau saya jadi Honda, karena Alex adalah juara dunia Moto2, juga Marc akan senang," kata rider Aprilia ini.

"Mungkin orang-orang akan bilang Zarco layak atas motor itu, buat saya itu tidak benar. Buat saya kalau Zarco layak atas motor itu, Pol dan saya 10 kali lebih pantas. Jadi saya rasa kalau akhirnya juara dunia Moto2 gabung ke sana, itu lebih dari sekadar diterima dan rasanya dia layak mendapatkannya," terang Espargaro dikutip Detik.com, Senin (18/11/2019).

Honda kabarnya mulai ragu untuk merekrut Zarco karena sikapnya. Mereka mendapatkan informasi terkait atmosfer yang buruk di KTM setelah memarkir Zarco selepas seri San Marino, yang mana di titik itu mereka sudah sepakat membatalkan kontrak musim kedua.

Espargaro melihat Zarco tak pantas mendapatkan RC213V karena sebelumnya dengan enteng ingin pisah jalan dengan KTM, setelah gagal membangun kecocokan dengan motor mereka.

"Sikap yang ditunjukkannya tahun ini buat saya bukanlah sikap profesional. Orang-orang di sekeliling saya di Aprilia tahu berapa kali saya menangis tahun lalu, berapa kali tahun ini. Tapi ya ini pekerjaan kami, inilah hidup kami," sambung Espargaro.

"Banyak orang mendukung kami, dengan banyak keluarga, bekerja keras. Banyak orang menempatkan uang dalam jumlah besar di proyek-proyek ini. Jadi untuk berhenti dan bilang 'motor ini busuk, saya pulang saja', buat saya dia tak layak mendapatkan motor terbaik dan tim terbaik di dunia. Ini pendapa saya sih," tandas pebalap 30 tahun ini.

(dtc/dnq)

Berita Terkait

Baca Juga