Diskominfo Pariaman: Aplikasi SAMPAN Dapat Memperkecil Resiko Bencana

Diskominfo Pariaman Aplikasi SAMPAN Dapat Memperkecil Resiko Bencana Kepala Diskominfo Kota Pariaman, Hendri

Covesia.com - Untuk menimalisir resiko terjadinya bencana, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) sebutkan, Aplikasi Sitem Aplikasi Mitigasi Pengaduan Kedaruratan (SAMPAN) dibutuhkan. 

"Aplikasi Sampan ini dibuat oleh Dinas Kominfo Kota Pariaman yang merupakan bagian dari kota cerdas atau smart city, yakni semua pelayanan dan informasi menggunakan teknologi informasi," sebut Kepala Diskominfo Kota Pariaman, Hendri pada Minggu (29/11/2020).

Lanjut Hendri, makanya sebagai smart city memerlukan aplikasi cerdas untuk memudahkan masyarakat menyampaikan kondisi darurat sehingga resiko bencana dapat diminimalisir. 

Sebab, Kota Pariaman merupakan daerah rawan bencana sehingga ini bagian untuk menyelamatkan nyawa serta untuk menimalisir dampak dari terjadinya bencana.

Hendri juga menyampaikan, bahwa ada beberapa bencana yang tidak bisa diprediksi tetapi bagaimana untuk meminimalisir bencana sehingga perlu adanya teknologi peringatan dini untuk masyarakat kalau terjadi bencana.

"Seperti diketahui akhir-akhir ini Kota Pariaman sudah banyak terjadinya bencana, sebab kota ini masuk pada zona megatrans yang bisa mengancam seketika. Melalui aplikasi ini, kami mencoba memberikan panduan ketika terjadi bencana ada langkah-langkah yang akan dilakukan," jelasnya. 

Dikatakan Hendri, kondisi darurat yang dapat diantisipasi dengan aplikasi Sampan antara lain, gempa bumi, tsunami, banjir, Covid-19, kebakaran, tanah longsor, kriminal, darurat kesehatan, pelanggaran perda dan tindakan asusila.

"Aplikasi Sampan bemanfaat untuk memudahkan warga dalam mendapatkan informasi tentang gempa berpotensi tsunami, memudahkan warga mendapatkan informasi cuaca, suhu dan kecepatan angin," ungkapnya. 

Selain itu, aplikasi Sampan memudahkan warga dalam menyampaikan kondisi kedaruratan (tindakan kriminal, kebakaran, bencana alam, kondisi darurat medis, pelanggaran Perda).

Serta memudahkan instansi terkait dalam melakukan manajemen tindak lanjut pengaduan masyarakat, memudahkan pimpinan dan pengambil kebijakan dalam melakukan evaluasi pelayanan publik dibidang kebencanaan.

"Sehingga dengan kondisi saat ini sangat dibutuhkan dan perlu adanya komitmen bersama melalui dinas terkait baik BPBD, Dinas Satpol PP, rumah sakit dan Inspektorat sebagai pengawas aplikasi ini untuk bersama-sama berkomitmen agar aplikasi ini bisa berjalan dengan baik," ucapnya. 

Hendri menyebutkan, bahwa aplikasi Sampan sudah dikembangkan sejak bulan Agustus Tahun 2019 yang lalu namun masih belum berjalan secara efektif.

(per)

Berita Terkait

Baca Juga